Iran Klaim Kemenangan Telak atas AS dan Israel Usai 40 Hari Perang, Ini Isi 10 Poin Kesepakatan

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Rabu, 8 April 2026 | 10:14 WIB
Iran klaim kemenangan atas AS dan Israel usai 40 hari perang, termasuk kesepakatan 10 poin dan rencana negosiasi di Islamabad. (Ilustrasi ChatGPT Image)
Iran klaim kemenangan atas AS dan Israel usai 40 hari perang, termasuk kesepakatan 10 poin dan rencana negosiasi di Islamabad. (Ilustrasi ChatGPT Image)

RADARBANYUWANGI.ID – Iran mengklaim meraih “kemenangan bersejarah dan telak” atas Amerika Serikat dan Israel setelah 40 hari konflik bersenjata yang memanas di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dalam rilis resmi yang ditujukan kepada rakyat Iran.

Dalam pernyataannya, otoritas keamanan tertinggi Iran menegaskan bahwa Washington disebut telah menerima proposal 10 poin yang diajukan Teheran.

 Proposal tersebut mencakup sejumlah tuntutan strategis, mulai dari gencatan senjata permanen hingga pencabutan seluruh sanksi terhadap Iran.

“Iran telah meraih kemenangan besar dan memaksa Amerika menerima proposalnya,” demikian pernyataan resmi yang juga dilaporkan media pemerintah Iran.

Klaim Kekalahan AS dan Israel

Iran menyebut bahwa Amerika Serikat dan Israel tidak mampu mencapai satu pun tujuan utama dalam konflik yang berlangsung selama lebih dari satu bulan tersebut.

Bahkan, menurut Teheran, sejak 10 hari pertama perang, pihak lawan sudah menyadari ketidakmampuannya untuk menang.

Konflik ini disebut sebagai salah satu “pertempuran gabungan terberat dalam sejarah modern,” yang melibatkan Iran beserta sekutunya di Lebanon, Irak, Yaman, dan Palestina.

Dalam narasi resmi Iran, kekuatan gabungan tersebut diklaim berhasil melumpuhkan berbagai infrastruktur militer lawan, termasuk aset strategis yang selama ini dibangun di kawasan Timur Tengah.

“Iran dan Poros Perlawanan telah memberikan pukulan telak yang tidak akan dilupakan sejarah,” tulis pernyataan tersebut.

Isi 10 Poin Proposal Iran

Berikut 10 poin utama yang diklaim telah disepakati oleh Amerika Serikat:

  1. Komitmen tidak ada lagi agresi terhadap Iran

  2. Kontrol Iran atas Selat Hormuz tetap berlangsung

  3. Pengakuan hak pengayaan nuklir Iran

  4. Pencabutan seluruh sanksi utama

  5. Pencabutan sanksi sekunder

  6. Pengakhiran resolusi Dewan Keamanan PBB terhadap Iran

  7. Penghapusan resolusi Badan Energi Atom Internasional

  8. Pembayaran ganti rugi perang kepada Iran

  9. Penarikan pasukan tempur AS dari kawasan

  10. Penghentian konflik di seluruh front, termasuk Lebanon

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang mengangkut sekitar 20 persen kebutuhan minyak dunia.

Sejak konflik pecah, Iran disebut telah memblokir jalur tersebut sebagai bentuk tekanan terhadap lawan.

Respons Donald Trump dan Gencatan Senjata

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan akan menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua minggu.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui platform media sosial miliknya, Truth Social.

Trump menyebut kebijakan tersebut sebagai “gencatan senjata dua sisi,” dengan syarat Iran membuka kembali Selat Hormuz secara aman dan segera.

Namun, pernyataan Trump juga menuai kontroversi global setelah ia sempat melontarkan ancaman ekstrem yang memicu kecaman luas dari berbagai pihak internasional.

Sejumlah tokoh dunia dan politisi Amerika Serikat mengecam retorika tersebut sebagai tindakan berbahaya yang berpotensi melanggar hukum internasional.

Negosiasi Digelar di Islamabad

Sebagai tindak lanjut dari perkembangan terbaru, Iran mengumumkan bahwa proses negosiasi lanjutan akan digelar di Islamabad, Pakistan.

Pembicaraan ini dijadwalkan berlangsung dalam waktu maksimal 15 hari.

Negosiasi tersebut bertujuan untuk merumuskan detail teknis dari kesepakatan yang telah diklaim tercapai di tingkat politik dan militer.

Iran menegaskan bahwa proses ini merupakan bagian dari kelanjutan perjuangan di medan perang, sehingga seluruh elemen bangsa diminta tetap menjaga persatuan nasional.

Seruan Kewaspadaan dan Persatuan

Meski menyatakan kemenangan, otoritas Iran mengingatkan pentingnya kewaspadaan tinggi terhadap potensi ancaman lanjutan.

Pemerintah juga menyerukan agar rakyat tetap solid dalam mendukung proses negosiasi.

“Jika kemenangan di medan perang dapat dikonsolidasikan dalam kesepakatan politik, maka ini akan menjadi kemenangan bersejarah besar,” bunyi pernyataan tersebut.

Namun, Iran juga menegaskan bahwa opsi militer tetap terbuka apabila tuntutan mereka tidak dipenuhi secara penuh.

Dampak Global dan Ketegangan Kawasan

Konflik ini telah meningkatkan ketegangan geopolitik global, terutama terkait keamanan energi dunia.

Penutupan Selat Hormuz menjadi perhatian utama karena berpotensi mengganggu pasokan minyak internasional.

Sejumlah analis menilai bahwa situasi ini masih sangat dinamis dan berpotensi berubah, tergantung hasil negosiasi dalam beberapa pekan ke depan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Iran vs AS selat hormuz Perang Iran Israel konflik timur tengah gencatan senjata