RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah Australia bergerak cepat untuk memastikan stabilitas energi nasional di tengah gangguan pasokan global akibat perang yang melanda Iran.
Wakil Menteri Luar Negeri dan Perdagangan, Matt Thistlethwaite, menyatakan bahwa Australia telah mengantongi jaminan dari negara-negara pengekspor utama di Asia agar pengiriman bahan bakar tetap berjalan normal.
Dalam sebuah wawancara bersama Sky News pada hari Minggu (5/4/2026), Thistlethwaite mengungkapkan kekhawatirannya jika negara-negara mitra melakukan pembatasan ekspor untuk melindungi kebutuhan domestik mereka sendiri.
Namun, setelah melakukan komunikasi intensif dengan Jepang, Korea Selatan, dan Singapura, kekhawatiran tersebut berhasil diredam.
"Saya bertemu dengan menteri Jepang pekan lalu dan meminta agar pasokan terus berlanjut, dan mereka telah memberikan jaminan kepada kami," ujar Thistlethwaite.
Ia juga menambahkan bahwa komitmen serupa telah diterima dari otoritas di Korea Selatan dan Singapura.
Ketergantungan Australia terhadap kilang-kilang di Asia memang tergolong tinggi.
Data dari Institut untuk Ekonomi Energi dan Analisis Keuangan menunjukkan bahwa Korea Selatan menyumbang sekitar seperempat dari total impor bahan bakar Australia, sementara Malaysia menyumbang sekitar 13 persen.
Meskipun dikenal sebagai raksasa pengekspor bahan bakar fosil, Australia justru menghadapi kerentanan di sektor hilir.
Saat ini, tercatat hanya 17 persen produk minyak yang mampu dimurnikan di dalam negeri.
Sisanya sangat bergantung pada jalur perdagangan internasional, khususnya melalui Selat Hormuz yang kini terganggu akibat perang.
Dampak konflik ini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat di lapangan.
Dalam sepekan terakhir, ratusan stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) di seantero Australia melaporkan adanya kelangkaan jenis bahan bakar tertentu, yang dibarengi dengan lonjakan harga yang cukup signifikan.
Menanggapi situasi ini, Menteri Energi Chris Bowen pada Sabtu lalu menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya bergantung pada mitra tradisional di Asia.
Australia mulai menoleh ke belahan bumi barat untuk mendiversifikasi sumber produk minyaknya.
"Pemerintah sedang berusaha mendiversifikasi sumber produk minyak akibat perang di Iran, termasuk melakukan pembelian dari Amerika Serikat dan Meksiko," lapor pernyataan resmi tersebut.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional dan menstabilkan harga di tingkat konsumen dalam jangka panjang.
Editor : Lugas Rumpakaadi