Diplomasi Kilat PM Anwar Ibrahim, Bebaskan 7 Kapal Tanker Malaysia yang Tertahan di Selat Hormuz

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Senin, 6 April 2026 | 11:47 WIB
PM Malaysia Anwar Ibrahim mengungkapkan keberhasilan diplomasi dengan Presiden Iran demi membebaskan 7 kapal tanker di Selat Hormuz. (JawaPos.com)
PM Malaysia Anwar Ibrahim mengungkapkan keberhasilan diplomasi dengan Presiden Iran demi membebaskan 7 kapal tanker di Selat Hormuz. (JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID - Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengungkap peran krusial diplomasi luar negeri dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Dalam sebuah pertemuan bersama masyarakat di Johor Bahru pada Minggu (5/4/2026), Anwar menceritakan bagaimana kedekatan personalnya dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, berhasil membebaskan kapal-kapal tanker Malaysia yang sempat tertahan di Selat Hormuz.

Anwar menjelaskan bahwa kebijakan luar negerinya yang merangkul banyak pihak, termasuk Iran, sempat menuai kritik dari pihak-pihak yang khawatir akan tekanan Amerika Serikat.

Namun, ia menegaskan bahwa prinsip netralitas dan persahabatan tersebut justru membuahkan hasil nyata saat Malaysia menghadapi situasi sulit di jalur perdagangan internasional.

Dalam sambutannya, Anwar mengenang momen ketika ia menghubungi Presiden Pezeshkian untuk membahas isu global dan perang, sebelum akhirnya menyinggung nasib tujuh kapal tanker Malaysia yang tertahan.

Respons dari pemimpin Iran tersebut rupanya sangat cepat dan positif.

"Saya menelepon sekali saja. Saya bilang kapal kami masih ada tujuh tertahan. Dia bilang apa? Dia bilang, 'ya, oke'. Jadi saya bilang kalau bisa, Presiden, tolong bantu. Saat itu juga dia bilang, 'Oke, Anwar, take it from me, terima pernyataan saya. Saya akan perintahkan segera kapal-kapal Malaysia untuk dilepaskan'," kenang Anwar Ibrahim, dikutip Antara.

Menurut Anwar, Presiden Pezeshkian bahkan menyapa dirinya dengan sebutan akrab "Saudara Anwar" dan memberikan jaminan keamanan langsung agar pasokan minyak dari Petronas dan penyedia lainnya dapat segera sampai ke Malaysia tanpa hambatan lebih lanjut.

Meski berhasil mengamankan jalur logistik, Anwar tidak menampik adanya kritik dari pihak oposisi mengenai harga bahan bakar yang tetap fluktuatif.

Ia mengakui bahwa biaya asuransi pengiriman dan operasional memang meningkat akibat ketegangan global, namun ia menekankan bahwa ketersediaan stok adalah prioritas utama.

"Setidaknya ada minyak. Negara lain sampai melakukan penjatahan minyak, tidak ada minyak," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini bukan semata-mata karena dirinya pribadi, melainkan karena pendirian kabinet dan prinsip negara yang konsisten dalam menjalin hubungan baik dengan semua pihak tanpa harus tunduk pada tekanan kekuatan besar.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
anwar ibrahim tanker selat hormuz malaysia kapal