Paus Leo XIV di Malam Paskah: Kasih Tuhan Lebih Kuat dari Kejahatan, Mampu Hancurkan Kebencian Dunia

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Minggu, 5 April 2026 | 20:55 WIB
Paus Leo XIV, Robertus Franciscus Cardinalis Prevost, Paus ke-267.
Paus Leo XIV, Robertus Franciscus Cardinalis Prevost, Paus ke-267.

RADARBANYUWANGI.ID – Pope Leo XIV menegaskan bahwa kasih Tuhan memiliki kekuatan yang jauh melampaui segala bentuk kejahatan, bahkan mampu “mengusir kebencian” dan “meruntuhkan kekuatan yang menindas”.

Pesan itu disampaikan dalam homili Vigili Paskah yang digelar Sabtu malam (4/4/2026) di St. Peter’s Basilica, sebagai bagian dari rangkaian perayaan Paskah di Vatican City.

“Manusia bisa membunuh tubuh, tetapi kehidupan dari Tuhan yang adalah kasih bersifat kekal. Tidak ada makam yang dapat menahannya,” tegas Paus Leo XIV di hadapan umat yang mengikuti misa khidmat tersebut.


Kasih Tuhan Jadi Jawaban atas Kejahatan Dunia

Dalam homilinya, Paus Leo XIV menekankan bahwa sejarah keselamatan menunjukkan bagaimana Tuhan selalu menjawab dosa dan kejahatan dengan kasih.

Menurutnya, dosa cenderung memecah belah dan menghancurkan, sementara kasih Tuhan justru mempersatukan serta memulihkan kehidupan.

“Kita telah melihat bagaimana Tuhan menjawab kekerasan dosa dengan kekuatan kasih yang mempersatukan dan menghidupkan kembali,” ujarnya.

Pesan ini menjadi refleksi penting di tengah kondisi dunia yang masih diwarnai konflik, ketidakadilan, dan perpecahan sosial.


Ajak Umat Sebarkan Kabar Kebangkitan

Paus Leo XIV juga mengajak umat untuk meneladani semangat Mary Magdalene dan para perempuan yang pertama kali menyaksikan kebangkitan Jesus Christ.

Seperti mereka yang bergegas menyampaikan kabar kebangkitan kepada para murid, umat masa kini pun diminta untuk menyebarkan kabar sukacita kepada dunia.

“Kita pun harus keluar dari basilika ini untuk membawa kabar baik kepada semua orang,” katanya.

Ia menegaskan, melalui iman dan karya kasih, umat dapat ikut membangun dunia baru yang lebih damai dan bersatu.


Simbol Cahaya di Tengah Kegelapan

Perayaan Vigili Paskah dimulai dengan pemberkatan api dan lilin Paskah di atrium basilika. Dalam suasana gelap, Paus dan para imam berjalan dalam prosesi menuju altar sambil membawa cahaya lilin sebagai simbol kemenangan terang atas kegelapan.

Momen ini menjadi gambaran kuat tentang harapan di tengah dunia yang diliputi berbagai krisis.


Baptis dan Penguatan Iman Umat Baru

Dalam misa tersebut, Paus Leo XIV juga membaptis 10 orang dewasa dari berbagai negara, termasuk dari Eropa dan Asia. Selain itu, mereka juga menerima sakramen penguatan dan komuni pertama.

Peristiwa ini menjadi simbol nyata kelahiran iman baru di tengah Gereja Katolik global.


“Batu-Batu” Kehidupan Harus Disingkirkan

Paus Leo XIV menggunakan simbol batu penutup makam sebagai gambaran hambatan dalam kehidupan manusia, seperti ketakutan, egoisme, kebencian, dan ketidakpercayaan.

Ia menilai “batu-batu” tersebut juga hadir dalam bentuk konflik sosial, perang, dan ketidakadilan yang memisahkan manusia.

Namun, ia mengingatkan bahwa dengan rahmat Tuhan, banyak orang telah mampu “menggulingkan batu-batu itu”, bahkan dengan pengorbanan besar.

“Jangan biarkan diri kita lumpuh oleh semua itu,” pesannya.


Seruan Harapan dan Perdamaian Global

Dalam penutup homilinya, Paus Leo XIV mengajak umat untuk menjadikan semangat Paskah sebagai momentum memperkuat komitmen terhadap perdamaian dan persatuan dunia.

Ia menekankan bahwa kasih, kebenaran, dan keberanian adalah kunci untuk mengatasi krisis kemanusiaan yang terjadi saat ini.

“Marilah kita menjadikan semangat mereka sebagai milik kita, agar anugerah Paskah berupa harmoni dan damai dapat tumbuh di seluruh dunia,” pungkasnya.


Pesan Vigili Paskah Paus Leo XIV ini menjadi penegasan kuat bahwa di tengah berbagai tantangan global, harapan dan kasih tetap menjadi fondasi utama untuk membangun dunia yang lebih manusiawi. (*)

Editor : Ali Sodiqin
misa Paskah Vatikan Paus Leo XIV Vigili Paskah kasih Tuhan melawan kejahatan pesan Vatikan 2026 harapan dan perdamaian dunia