Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

IRGC Klaim Tembak Jatuh Jet F-35 AS di Iran, Konflik Timur Tengah Kian Memanas

Ali Sodiqin • Jumat, 3 April 2026 | 21:35 WIB
Pesawat tempur F-16 milik Israel yang disebut berhasil ditembak jatuh oleh Iran. (X.Com)
Pesawat tempur F-16 milik Israel yang disebut berhasil ditembak jatuh oleh Iran. (X.Com)

RADARBANYUWANGI.ID – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim berhasil menembak jatuh jet tempur siluman milik Amerika Serikat, F-35 Lightning II, pada Jumat (3/4/2026).

Klaim tersebut disampaikan melalui laporan kantor berita semi-resmi Tasnim News Agency yang mengutip pernyataan langsung dari IRGC. Dalam laporan itu disebutkan bahwa pesawat tempur tersebut hancur setelah ditembak di wilayah tengah Iran.

Namun hingga saat ini, nasib pilot jet tempur tersebut masih belum diketahui.

Klaim Kedua Iran

Ini merupakan kali kedua Iran mengklaim berhasil menjatuhkan jet tempur F-35 milik Amerika Serikat sejak konflik terbuka dengan Washington dan sekutunya pecah pada 28 Februari lalu.

Sebelumnya, pada 19 Maret, Iran juga menyampaikan klaim serupa. Namun pernyataan tersebut langsung dibantah oleh pemerintah Amerika Serikat.

Hingga berita ini ditulis, pihak Washington belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim terbaru tersebut.

Klaim Tambahan: F-16 Israel Ditembak Jatuh

Tidak hanya jet tempur AS, Teheran juga mengklaim keberhasilan militernya dalam menjatuhkan pesawat tempur milik Israel.

Pada Kamis (2/4), Iran menyatakan telah menembak jatuh sebuah jet tempur F-16 Fighting Falcon milik Israel.

Klaim ini semakin menegaskan bahwa konflik yang terjadi telah melibatkan konfrontasi udara secara langsung antara pihak-pihak yang bertikai.

Korban Jiwa Tembus 1.340 Orang

Sejak pecahnya perang pada 28 Februari, situasi di kawasan dilaporkan berada dalam kondisi siaga tinggi. Serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel disebut telah menyebabkan lebih dari 1.340 korban jiwa.

Korban tersebut termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam eskalasi konflik.

Iran Balas dengan Drone dan Rudal

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal ke berbagai target strategis. Sasaran utama meliputi wilayah Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi penempatan aset militer Amerika Serikat.

Serangan balasan ini memperluas cakupan konflik dan meningkatkan risiko perang regional berskala besar.

Dampak Global: Krisis Energi hingga Gangguan Penerbangan

Konflik yang terus memburuk tidak hanya berdampak pada kawasan Timur Tengah, tetapi juga mengguncang stabilitas global. Pasokan energi dunia terganggu, memicu lonjakan harga minyak dan gas.

Selain itu, sektor penerbangan internasional turut terdampak akibat meningkatnya risiko keamanan di jalur udara kawasan tersebut.

Pengamat menilai, jika tidak segera ada upaya deeskalasi, konflik ini berpotensi berkembang menjadi krisis global yang lebih luas, baik dari sisi keamanan maupun ekonomi.

Hingga kini, dunia internasional terus memantau perkembangan situasi dengan kekhawatiran tinggi terhadap potensi eskalasi lanjutan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#iran vs amerika serikat #IRGC F-35 ditembak jatuh #jet tempur AS Iran #Perang Iran Israel #konflik Timur Tengah 2026