Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Konflik Timur Tengah Memanas, Nasib Penerbangan Haji Indonesia Dipastikan Aman

Ali Sodiqin • Jumat, 3 April 2026 | 19:15 WIB
Jamaah calon haji kloter 85, Bondowoso dan Banyuwangi saat praktek manasik haji di Ponpes Darul Falah Bondowoso, Sabtu (28/3/2026). (Toha/Radar Banyuwangi)
Jamaah calon haji kloter 85, Bondowoso dan Banyuwangi saat praktek manasik haji di Ponpes Darul Falah Bondowoso, Sabtu (28/3/2026). (Toha/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel belum menghentikan operasional penerbangan ibadah haji dan umrah dari Indonesia. Pemerintah memastikan layanan tetap berjalan dengan sejumlah penyesuaian rute demi menjaga keselamatan jemaah.

Kepastian itu disampaikan Wakil Menteri Perhubungan Suntana di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Menurutnya, evaluasi terus dilakukan, terutama untuk penerbangan yang melintasi wilayah konflik maupun zona larangan terbang (no-fly zone).

Memang beberapa penerbangan yang melewati zona larangan terbang karena akibat perang tentu kita evaluasi, karena memang sangat membahayakannya. Tapi syukur alhamdulillah beberapa kegiatan saudara-saudara kita memberangkatkan ibadah umroh dan haji tetap berjalan,” ujar Suntana.

Pernyataan tersebut menjadi kabar melegakan bagi calon jemaah haji dan umrah Indonesia yang dalam beberapa pekan terakhir sempat diliputi kekhawatiran akibat memanasnya situasi di kawasan Timur Tengah.

Keselamatan Jemaah Jadi Prioritas Utama

Suntana menegaskan, pemerintah menempatkan keselamatan jemaah sebagai prioritas tertinggi.

Karena itu, setiap maskapai yang melayani penerbangan menuju Arab Saudi diwajibkan melakukan penyesuaian jalur agar tidak melintasi area berisiko tinggi.

Penyesuaian ini berpotensi membuat waktu tempuh penerbangan sedikit lebih panjang dibanding jadwal normal.

Namun, pemerintah memastikan hal tersebut merupakan langkah mitigasi yang wajib dilakukan.

Pemerintah memastikan aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap penyesuaian rute penerbangan,” tegasnya.

Di tengah eskalasi konflik, Kementerian Perhubungan bersama otoritas penerbangan sipil terus memantau perkembangan wilayah udara internasional, termasuk kemungkinan perubahan zona aman untuk lintasan penerbangan dari Indonesia menuju Jeddah maupun Madinah.

Umrah dan Haji Tetap Berjalan Normal

Meski terdapat penyesuaian rute, secara umum operasional keberangkatan jemaah masih berlangsung.

Pemerintah memastikan tidak ada penghentian sementara untuk penerbangan ibadah, baik umrah maupun haji.

Hal ini sejalan dengan skenario mitigasi yang telah disiapkan pemerintah jauh sebelum puncak musim haji 2026.

Bahkan, pemerintah sebelumnya juga telah menyiapkan opsi perubahan jalur udara jika kondisi keamanan regional memburuk menjelang keberangkatan pertama jemaah pada akhir April.

Dampak ke Sektor Pariwisata Global

Tak hanya berdampak pada penerbangan ibadah, konflik di Timur Tengah juga mulai memengaruhi pola perjalanan wisata masyarakat Indonesia.

Suntana mengungkapkan, terjadi pergeseran minat wisata dari kawasan Eropa ke negara-negara Asia.

Memang kemarin ada perpindahan tujuan itu, teman-teman yang dulu mendaftarnya Eropa untuk liburan itu, kemarin itu geser karena memang pesawatnya dapat alami zona terbang, jadi geser liburannya ke wilayah China, Jepang, dan lain-lain,” kata dia.

Menurutnya, banyak wisatawan memilih destinasi yang dianggap lebih aman dan tidak terdampak perubahan jalur udara internasional.

China, Jepang, dan sejumlah negara Asia Timur kini menjadi alternatif favorit.

Antisipasi Menjelang Musim Haji

Dengan musim haji yang semakin dekat, pemerintah diperkirakan akan terus melakukan pembaruan skenario penerbangan.

Kementerian terkait juga diminta memperkuat koordinasi dengan maskapai, otoritas Arab Saudi, dan penyelenggara perjalanan ibadah.

Langkah tersebut penting untuk memastikan seluruh jemaah Indonesia tetap dapat beribadah dengan aman dan nyaman di tengah situasi global yang belum stabil. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#penerbangan haji 2026 #penerbangan umrah Indonesia #Wamenhub Suntana #rute no-fly zone #konflik timur tengah