Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

IDF Selidiki Kematian 3 Prajurit TNI di Lebanon, PBB Kutuk Serangan terhadap Pasukan Perdamaian

Ali Sodiqin • Selasa, 31 Maret 2026 | 12:31 WIB
PBB mengutuk serangan terhadap pasukan UNIFIL dan mendesak investigasi tuntas. (Ilustrasi ChatGPT Image)
PBB mengutuk serangan terhadap pasukan UNIFIL dan mendesak investigasi tuntas. (Ilustrasi ChatGPT Image)

RADARBANYUWANGI.ID – Militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF) menyatakan telah meluncurkan penyelidikan menyeluruh terkait dua insiden terpisah yang menewaskan tiga prajurit TNI yang bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon selatan.

Pernyataan resmi tersebut disampaikan IDF melalui kanal Telegram resmi mereka pada Selasa (31/3/2026), menyusul meningkatnya sorotan internasional atas insiden mematikan yang menimpa personel Indonesia dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

“Insiden-insiden tersebut sedang ditinjau secara menyeluruh untuk mengklarifikasi keadaan dan menentukan apakah insiden tersebut diakibatkan oleh aktivitas Hizbullah atau aktivitas IDF,” tulis militer Israel. 

IDF juga menegaskan bahwa lokasi kejadian merupakan wilayah pertempuran aktif yang saat ini menjadi pusat operasi militer melawan kelompok Hizbullah yang didukung Iran.

“Tidak boleh diasumsikan bahwa insiden di mana tentara UNIFIL terluka disebabkan oleh IDF,” lanjut pernyataan tersebut. 

Pernyataan itu muncul setelah PBB mengonfirmasi dua personel penjaga perdamaian asal Indonesia tewas pada Senin (30/3/2026), akibat ledakan yang menghantam konvoi logistik UNIFIL di dekat wilayah Bani Hayyan, Lebanon selatan.

Ledakan tersebut menghancurkan kendaraan yang mereka tumpangi dan menyebabkan dua personel lainnya mengalami luka-luka, salah satunya dilaporkan dalam kondisi serius. 

Insiden itu terjadi hanya sehari setelah seorang prajurit TNI lainnya gugur ketika sebuah proyektil menghantam markas misi UNIFIL di wilayah Ett Taibe pada Minggu (29/3/2026). Dengan demikian, total tiga prajurit TNI gugur dalam rentang waktu dua hari. 

Kepala Operasi Perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada Pemerintah Indonesia dan keluarga korban.

“Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada Pemerintah Indonesia dan keluarga tiga penjaga perdamaian UNIFIL yang tewas dalam dua hari terakhir,” ujarnya.

PBB juga mengutuk keras serangan mematikan yang terjadi secara beruntun terhadap pasukan penjaga perdamaian.

“Para penjaga perdamaian tidak boleh menjadi target,” tegas Lacroix dalam konferensi pers di Markas Besar PBB, New York. 

Sekretaris Jenderal PBB juga menegaskan bahwa serangan terhadap personel penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan berpotensi dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Insiden ini memicu kecaman keras dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Indonesia yang mendesak investigasi transparan dan pertanggungjawaban atas tewasnya personel TNI yang sedang menjalankan misi perdamaian dunia.

Ketegangan di Lebanon selatan sendiri terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir seiring intensifnya bentrokan antara pasukan Israel dan Hizbullah di sepanjang perbatasan. Pasukan UNIFIL yang bertugas memantau garis demarkasi kini berada dalam posisi yang semakin rentan di tengah konflik yang memanas. 

Peristiwa gugurnya tiga prajurit TNI ini menjadi duka mendalam bagi bangsa Indonesia, sekaligus menyoroti tingginya risiko yang dihadapi pasukan perdamaian dalam menjalankan mandat PBB di wilayah konflik. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Lebanon selatan #UNIFIL #PBB kutuk serangan #Prajurit TNI Gugur #idf