RADARBANYUWANGI.ID - Duta Besar China untuk ASEAN, Wang Qing, menegaskan bahwa kerja sama antara ASEAN dan China kini difokuskan pada sektor-sektor strategis yang menjadi perhatian bersama, seperti ekonomi digital, energi, dan kecerdasan artifisial (AI).
Dalam pertemuan bersama media dan lembaga pemikir di Jakarta, Kamis, Wang menyampaikan bahwa arah kolaborasi kedua pihak semakin mengerucut pada bidang-bidang yang relevan dengan transformasi global. “Saat ini, China dan ASEAN punya perhatian lebih terhadap ekonomi digital, ekonomi hijau, dan proyek-proyek energi,” ujarnya, dikutip Antara.
Menurut Wang, penguatan kerja sama ini juga sejalan dengan Rencana Pembangunan Lima Tahun ke-15 China untuk periode 2026–2030, yang menempatkan transisi energi serta pengembangan teknologi sebagai prioritas utama pembangunan nasional.
Ia menilai, selain ekonomi digital, sektor kecerdasan artifisial dan inovasi teknologi membuka peluang baru bagi kemitraan yang lebih luas. Di sisi lain, proyek konektivitas seperti Kereta Cepat Jakarta-Bandung menjadi contoh konkret kolaborasi yang dapat diperluas ke sektor industri dan manufaktur.
Dengan keunggulan teknologi yang dimiliki, China berkomitmen mendukung negara-negara ASEAN dalam meningkatkan kapasitas industri mereka. Wang menekankan pentingnya keselarasan strategi untuk memperkuat sinergi kedua kawasan. “Kita dapat mencari kecocokan dan menyinergikan strategi kita,” katanya.
Lebih jauh, ia menyoroti bahwa dinamika global, termasuk krisis energi yang dipicu konflik di Timur Tengah, justru membuka peluang untuk mempererat kerja sama di bidang transisi energi. Meski China turut terdampak oleh gangguan distribusi energi global, termasuk penutupan Selat Hormuz, Wang menyebut negaranya memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi situasi tersebut.
China, lanjutnya, telah lama mendorong pemanfaatan energi terbarukan seperti tenaga surya, air, dan angin. Salah satu bidang potensial untuk kolaborasi dengan ASEAN adalah pengembangan sistem penyimpanan energi guna menjaga stabilitas pasokan.
Ia juga menegaskan keterbukaan China untuk bekerja sama dalam menciptakan sistem energi yang lebih stabil, terjangkau, dan dapat diandalkan oleh industri di kawasan. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan transisi menuju energi bersih berjalan efektif dan berkelanjutan.
Editor : Lugas Rumpakaadi