RADARBANYUWANGI.ID - Kereta kargo internasional di Jalur Kereta China–Laos kembali mencatat tonggak penting dalam operasionalnya. Pada Rabu (25/3/2026), satu rangkaian kereta bermuatan berbagai komoditas diberangkatkan dari Kunming, Provinsi Yunnan, menuju Vientiane di Laos. Keberangkatan ini sekaligus menandai capaian kumulatif pengangkutan kargo yang telah melampaui 80 juta ton sejak jalur tersebut resmi beroperasi pada 3 Desember 2021.
Perusahaan operator, China Railway Kunming Group Co., Ltd., menyatakan bahwa pertumbuhan layanan kargo lintas batas ini berlangsung sangat pesat dalam kurun waktu kurang dari lima tahun. Pada tahap awal peluncuran, layanan hanya tersedia dua kali sehari. Namun, seiring meningkatnya permintaan, frekuensi perjalanan terus bertambah hingga mencapai 23 layanan harian pada periode puncak.
“Operasional kereta kargo lintas perbatasan telah berkembang signifikan, baik dari sisi frekuensi maupun volume angkutan,” ujar perwakilan perusahaan tersebut, dikutip Antara.
Hingga Rabu (25/3/2026), tercatat sebanyak 71.000 perjalanan kereta kargo telah melintasi jalur ini. Tidak hanya jumlah perjalanan yang meningkat, variasi barang yang diangkut juga mengalami lonjakan tajam. Dari semula hanya mencakup lebih dari 10 jenis komoditas seperti pupuk dan karet, kini berkembang menjadi lebih dari 3.800 jenis barang.
Komoditas tersebut meliputi bahan kimia, tekstil, produk kelistrikan, hingga mineral. Diversifikasi ini dinilai menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan dan memperkuat konektivitas perdagangan regional.
Dari sisi volume tahunan, tren peningkatan juga terus terlihat. Sepanjang tahun ini saja, jalur kereta tersebut telah mengangkut total 5,64 juta ton kargo. Layanan ini kini menjangkau 19 negara dan kawasan, termasuk China, Myanmar, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, dan Bangladesh.
Lebih dari 20.000 perjalanan kereta kargo internasional telah diberangkatkan, menunjukkan peran strategis jalur China–Laos sebagai koridor logistik utama di Asia Tenggara dan sekitarnya.
Ke depan, jalur ini diproyeksikan terus memperkuat integrasi ekonomi regional sekaligus menjadi tulang punggung distribusi barang lintas negara di kawasan.
Editor : Lugas Rumpakaadi