Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

F-35 AS Ditembak Iran, Mendarat Darurat di Timur Tengah: Klaim IRGC Picu Ketegangan Baru

Ali Sodiqin • Senin, 23 Maret 2026 | 14:00 WIB

Ilustrasi: Jet Tempur F-35 milik AS.
Ilustrasi: Jet Tempur F-35 milik AS.

RADARBANYUWANGI.ID - Satu unit jet tempur siluman F-35 Lightning II milik Amerika Serikat dilaporkan mendarat darurat di pangkalan udara AS di kawasan Timur Tengah, Kamis (19/3/2026), setelah terkena tembakan dari sistem pertahanan Iran.

Insiden ini langsung memicu perhatian global karena melibatkan salah satu pesawat tempur paling canggih di dunia.

Juru bicara United States Central Command (US CENTCOM), Kapten Tim Hawkins, menyatakan bahwa pesawat tersebut sebelumnya tengah menjalankan misi penerbangan tempur di wilayah udara Iran.

“Pesawat mendarat dengan selamat, dan pilot dalam kondisi stabil,” ujar Hawkins.

Ia menambahkan, insiden tersebut kini masih dalam tahap investigasi lebih lanjut oleh pihak militer AS.

IRGC Klaim Berhasil Menjatuhkan F-35

Di sisi lain, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengklaim keberhasilan besar dengan menyatakan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil menembak jet F-35 tersebut.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip media internasional, IRGC menyebut insiden terjadi sekitar pukul 02.50 dini hari di wilayah Iran tengah.

Mereka menyatakan bahwa jet tempur tersebut mengalami kerusakan serius akibat serangan misil.

“Nasib pesawat masih belum diketahui dan dalam investigasi, namun ada kemungkinan besar jet tersebut jatuh,” demikian pernyataan IRGC.

Klaim ini menambah eskalasi narasi konflik, meski belum sepenuhnya dikonfirmasi oleh pihak Amerika Serikat.

Pertama Kalinya F-35 Diklaim Ditembak Iran

Insiden ini disebut sebagai yang pertama kalinya Iran mengklaim berhasil menembak jet tempur siluman F-35 milik AS.

Sebagai informasi, satu unit F-35 memiliki nilai sekitar 100 juta dolar AS atau setara lebih dari Rp1,5 triliun, menjadikannya salah satu aset militer paling mahal dan strategis.

Keberhasilan ini—jika terkonfirmasi—akan menjadi tonggak penting dalam perkembangan teknologi pertahanan udara Iran.

Kontradiksi dengan Pernyataan Pentagon

Peristiwa ini juga menjadi sorotan karena bertolak belakang dengan pernyataan Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, yang sebelumnya menyebut sistem pertahanan udara Iran telah “diratakan”.

Dalam pengarahan di Pentagon pada hari yang sama, Hegseth bahkan menyatakan bahwa AS tengah menyiapkan paket serangan besar.

Namun, klaim Iran atas keberhasilan menembak F-35 justru menimbulkan pertanyaan baru terkait efektivitas operasi militer AS di kawasan tersebut.

F-35: Jet Siluman Andalan Dunia

Diproduksi oleh Lockheed Martin, F-35 dikenal sebagai jet tempur generasi kelima dengan teknologi siluman (stealth) paling mutakhir saat ini.

Pesawat ini dirancang untuk menghindari deteksi radar melalui kombinasi desain aerodinamis, pengurangan jejak panas mesin, serta penyimpanan senjata di dalam badan pesawat.

Selain itu, F-35 dilengkapi teknologi fusi data canggih yang memungkinkan pilot memperoleh gambaran medan perang secara real-time dan terintegrasi.

Digunakan Puluhan Negara dan Ribuan Sorti

Program F-35 telah berkembang pesat secara global. Hingga akhir 2025, lebih dari 20 negara menjadi mitra program ini, dengan lebih dari 1.255 unit telah diproduksi.

Saat ini, sedikitnya 11 negara telah mengoperasikan F-35 dari pangkalan udara mereka, dengan total lebih dari 50 pangkalan aktif di darat dan laut.

Pesawat ini juga telah mencatatkan lebih dari 691 ribu sorti penerbangan sejak pertama kali diperkenalkan, menjadikannya tulang punggung kekuatan udara modern di berbagai negara.

Teknologi Canggih dengan Daya Hancur Tinggi

F-35 memiliki kemampuan membawa persenjataan hingga lebih dari 9.000 kilogram, menjadikannya jet tempur multiperan yang mampu menjalankan berbagai misi, mulai dari serangan darat hingga superioritas udara.

Keunggulan utamanya terletak pada kemampuan siluman yang meminimalkan deteksi radar musuh, sehingga memberikan keunggulan strategis dalam operasi militer.

Dampak Geopolitik dan Eskalasi Kawasan

Insiden ini berpotensi memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah yang selama ini sudah rentan konflik.

Jika klaim Iran terbukti benar, maka hal ini bisa mengubah peta kekuatan militer di kawasan, sekaligus meningkatkan risiko konfrontasi terbuka antara Iran dan Amerika Serikat.

Sebaliknya, jika investigasi AS menunjukkan hasil berbeda, maka perang narasi antara kedua pihak dipastikan akan semakin memanas. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#konflik timur tengah #pesawat siluman #Jet Tempur AS #US CENTCOM #Lockheed Martin #pertahanan udara Iran #irgc #F 35 ditembak Iran