Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ukraina Siap Kirim 1.000 Drone Pencegat Rudal Iran ke Negara Teluk, Zelenskyy: Rudal Sting Murah tapi Mematikan

Ali Sodiqin • Senin, 23 Maret 2026 | 09:30 WIB

Zelenskyy Tawarkan 1.000 Drone Pencegat per Hari ke Negara Teluk, Tanggapi Ancaman Drone Iran
Zelenskyy Tawarkan 1.000 Drone Pencegat per Hari ke Negara Teluk, Tanggapi Ancaman Drone Iran

RADARBANYUWANGI.ID - Presiden Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan bahwa Ukraina memiliki kapasitas untuk memasok hingga 1.000 drone pencegat per hari kepada negara-negara Teluk yang tengah menghadapi ancaman serangan drone dari Iran.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa teknologi militer Ukraina kini mulai memainkan peran global, khususnya dalam menghadapi serangan drone murah seperti Shahed-136.

Langkah ini dinilai strategis karena menawarkan solusi pertahanan yang lebih ekonomis dibandingkan penggunaan rudal pencegat mahal.

Alternatif Murah Lawan Drone Shahed Iran

Drone pencegat yang ditawarkan Ukraina diyakini mampu menekan serangan harian drone Shahed buatan Iran yang selama ini banyak digunakan dalam konflik modern.

Dibandingkan sistem pertahanan konvensional seperti rudal Patriot yang berharga jutaan dolar, solusi Ukraina dinilai jauh lebih efisien.

Zelenskyy menyebut negaranya mampu memproduksi hingga 2.000 drone pencegat per hari, dengan setengahnya bisa dialokasikan untuk sekutu internasional.

Tim Ahli Anti-Drone Sudah Dikirim ke Timur Tengah

Tak hanya menawarkan perangkat, Ukraina juga telah mengirimkan 201 pakar militer anti-drone ke berbagai negara Timur Tengah.

Negara-negara seperti Uni Emirat Arab, Qatar, dan Arab Saudi telah menerima tim tersebut, sementara tambahan personel juga disiapkan untuk dikirim ke Kuwait.

“Mereka adalah para ahli yang tahu bagaimana mempertahankan diri dari drone Shahed,” kata Zelenskyy dalam pidatonya di parlemen Inggris.

Pengalaman Perang Jadi Modal Utama Ukraina

Keunggulan Ukraina dalam teknologi anti-drone tidak lepas dari pengalaman panjang menghadapi serangan Rusia, khususnya di ibu kota Kyiv.

Selama tiga tahun terakhir, Ukraina telah mengembangkan berbagai sistem pertahanan untuk menghadapi drone Shahed yang digunakan Rusia.

Salah satu senjata andalan adalah rudal pencegat “Sting” yang relatif murah namun efektif.

Rudal Sting: Murah tapi Mematikan

Rudal Sting dikembangkan sebagai solusi cepat dan efisien untuk menghancurkan drone. Dengan harga sekitar USD 2.100, sistem ini jauh lebih murah dibandingkan rudal Patriot PAC-3 yang bisa mencapai USD 3,5 juta per unit.

Rudal ini mampu melaju hingga 340 km/jam dan beroperasi pada ketinggian 3.000 meter. Dengan teknologi pencitraan termal, Sting dapat mendeteksi target dan menghantam drone dengan presisi tinggi.

Dalam setahun terakhir, sistem ini disebut telah menghancurkan lebih dari 3.000 drone yang digunakan Rusia.

Efektivitas Tinggi hingga 70 Persen

Menurut data militer Ukraina, sistem pertahanan berbasis drone dan rudal ini mampu menembak jatuh hingga 70 persen serangan drone tipe Shahed.

Keberhasilan ini menjadikan Ukraina sebagai salah satu negara dengan sistem pertahanan anti-drone paling adaptif di dunia saat ini.

Dukungan Inggris dan NATO Terus Mengalir

Dalam kunjungannya ke Inggris, Zelenskyy juga bertemu dengan Perdana Menteri Keir Starmer dan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte.

Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan selama musim dingin yang berat, ketika Rusia terus menyerang infrastruktur energi Ukraina.

Starmer menegaskan bahwa perhatian dunia tidak boleh teralihkan dari konflik di Ukraina meskipun ketegangan di Timur Tengah meningkat.

Pertemuan dengan Raja Charles III

Selain agenda politik, Zelenskyy juga bertemu dengan Charles III di Istana Buckingham.

Pertemuan berlangsung selama 25 menit dalam suasana informal sambil minum teh di ruang kerja pribadi Raja Inggris tersebut.

Tren Global: Investasi Besar di Sistem Anti-Drone

Analis dari lembaga think tank Royal United Services Institute, Robert Tollast, menilai dunia akan memasuki fase baru dalam pengembangan sistem pertahanan udara jarak pendek.

“Kita akan melihat investasi besar-besaran secara global dalam sistem anti-drone,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa negara-negara perlu membangun sistem pertahanan terintegrasi, mulai dari sensor, radar taktis, hingga unit bergerak bersenjata.

Langkah Ukraina menawarkan drone pencegat ke negara-negara Teluk menunjukkan pergeseran penting dalam strategi pertahanan global.

Di tengah meningkatnya ancaman drone murah namun mematikan, solusi efisien seperti yang dikembangkan Ukraina berpotensi menjadi standar baru dalam sistem pertahanan modern.

Dengan pengalaman tempur yang nyata dan inovasi teknologi yang cepat, Ukraina kini tidak hanya bertahan, tetapi juga menjadi pemain kunci dalam peta keamanan global. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#drone ukraina #nato #drone pencegat #konflik timur tengah #pertahanan udara #Shahed Iran #Zelenskyy #Inggris Ukraina