Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Iran Luncurkan Gelombang Serangan ke-72, Konflik Timur Tengah Kian Memanas

Lugas Rumpakaadi • Minggu, 22 Maret 2026 | 21:15 WIB

Iran serang 12 radar dan SATCOM AS di Timur Tengah. Nilai kerusakan capai Rp50 triliun, termasuk sistem pertahanan canggih THAAD.
Iran serang 12 radar dan SATCOM AS di Timur Tengah. Nilai kerusakan capai Rp50 triliun, termasuk sistem pertahanan canggih THAAD.

RADARBANYUWANGI.ID - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran meluncurkan gelombang terbaru serangan rudal balistik dan drone yang menyasar Israel serta target militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Rekaman yang disiarkan media Iran memperlihatkan peluncuran rudal secara beruntun ke langit dalam sebuah operasi militer berskala besar. Serangan tersebut disebut sebagai bagian dari gelombang ke-72 dalam rangkaian eskalasi yang terus berlangsung.

“Gelombang rudal diluncurkan menuju target di Israel dan Armada Kelima Amerika,” demikian pernyataan media Iran yang dikutip pada Minggu (22/3/2026).

Serangan berlapis ini bukan pertama kalinya dilakukan. Dalam beberapa pekan terakhir, Iran konsisten menggunakan pola “wave attack”, yakni peluncuran puluhan rudal dan drone secara simultan untuk menekan sistem pertahanan udara lawan.

Strategi ini dirancang untuk mengeksploitasi keterbatasan sistem pertahanan, yang meskipun canggih, tetap memiliki batas kapasitas dalam menghadapi serangan dalam jumlah besar secara bersamaan.

Selain wilayah Israel, target serangan juga meluas ke instalasi militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Salah satu sasaran utama adalah markas Armada Kelima AS yang berbasis di Bahrain, yang sebelumnya dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan serupa.

Serangan berulang ini menunjukkan bahwa kemampuan ofensif Iran belum mengalami penurunan signifikan, meskipun negara tersebut menghadapi tekanan militer yang besar, termasuk serangan terhadap fasilitas strategisnya.

Sebaliknya, peningkatan frekuensi serangan justru mengindikasikan bahwa konflik telah memasuki fase intensitas tinggi. Situasi ini memperbesar potensi eskalasi yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#timur tengah #iran #as