Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pernyataan Keras Mojtaba Khamenei: Iran Klaim Musuh Terpecah di Tengah Konflik, Tegaskan Tak Ingin Perang

Ali Sodiqin • Minggu, 22 Maret 2026 | 17:00 WIB

IDF ancam buru pemimpin baru Iran Mojtaba Khamenei dan siapapun yang terlibat pemilihannya.
IDF ancam buru pemimpin baru Iran Mojtaba Khamenei dan siapapun yang terlibat pemilihannya.

RADARBANYUWANGI.ID – Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengeluarkan pernyataan tegas terkait situasi konflik yang tengah berlangsung di negaranya.

Dalam pidato yang disiarkan melalui televisi nasional Iran pada Jumat (20/3/2026), ia menegaskan bahwa posisi Iran tetap kuat di tengah tekanan eksternal.

Dalam momentum perayaan Nowruz, Khamenei memuji keteguhan rakyat Iran yang dinilainya tetap solid menghadapi situasi sulit.

Ia menyebut tahun baru Persia ini sebagai awal dari fase “ekonomi perlawanan di bawah persatuan nasional dan keamanan nasional”.

Klaim Musuh Iran Mulai Terpecah

Dalam pidatonya, Khamenei menyampaikan bahwa pihak-pihak yang dianggap sebagai musuh Iran kini justru mengalami perpecahan internal.

“Saat ini, karena persatuan yang telah tercipta di antara saudara-saudara sebangsa kita, terlepas dari berbagai perbedaan, musuh telah dikalahkan,” ujarnya, dikutip dari Al Jazeera.

Ia menegaskan bahwa kekuatan utama Iran terletak pada persatuan rakyatnya, yang dinilai mampu menghadapi tekanan dari luar.

Kritik terhadap AS dan Israel

Khamenei secara terbuka menyinggung peran Amerika Serikat dan Israel dalam konflik yang terjadi. Menurutnya, kedua negara tersebut keliru dalam memperkirakan kondisi internal Iran.

Ia menyebut adanya asumsi bahwa jika tokoh-tokoh penting Iran gugur, maka rakyat akan kehilangan semangat dan berbalik melawan pemerintah.

“Perang dilancarkan di bawah khayalan bahwa hilangnya tokoh penting akan menimbulkan ketakutan dan keputusasaan. Namun, itu adalah kesalahan besar,” tegasnya.

Sebaliknya, ia mengklaim bahwa kondisi tersebut justru memperkuat solidaritas nasional dan melemahkan pihak lawan.

Bantah Tuduhan Serangan ke Negara Tetangga

Dalam pernyataannya, Khamenei juga membantah tuduhan bahwa Iran atau sekutunya terlibat dalam serangan terhadap Turki dan Oman.

Ia menyebut insiden tersebut sebagai operasi “bendera palsu” yang sengaja dilakukan untuk menciptakan konflik antarnegara di kawasan.

“Insiden-insiden itu adalah operasi bendera palsu yang digunakan untuk menabur perselisihan di antara negara-negara tetangga,” ujarnya.

Sosok Mojtaba Khamenei Masih Minim Muncul Publik

Sejak ditetapkan sebagai pemimpin tertinggi Iran menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas pada awal konflik 28 Februari lalu, Mojtaba Khamenei belum banyak tampil di ruang publik.

Pidato melalui televisi ini menjadi salah satu pernyataan penting yang menunjukkan arah kebijakan dan sikap politik Iran di bawah kepemimpinannya.

Presiden Iran Tegaskan Tak Ingin Senjata Nuklir

Sementara itu, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, turut menyampaikan pesan dalam rangka Nowruz. Ia menegaskan bahwa Iran tidak memiliki ambisi untuk mengembangkan senjata nuklir.

Pezeshkian juga menegaskan bahwa Iran tidak menginginkan konflik dengan negara-negara tetangganya.

“Kesulitan kita adalah akibat campur tangan musuh. Tetangga-tetangga kita adalah saudara. Kami ingin menyelesaikan semua perbedaan dengan damai,” ujarnya.

Dorong Stabilitas Kawasan Tanpa Campur Tangan Asing

Lebih lanjut, Pezeshkian mengusulkan pembentukan struktur keamanan regional yang melibatkan negara-negara Islam di kawasan Timur Tengah.

Menurutnya, stabilitas kawasan dapat dicapai tanpa keterlibatan pihak luar.

“Kita tidak membutuhkan kehadiran orang luar di wilayah ini,” tegasnya.

Pernyataan tersebut mempertegas posisi Iran yang ingin memperkuat kerja sama regional sekaligus mengurangi pengaruh kekuatan global di kawasan.

Ketegangan Masih Berlanjut, Dunia Internasional Menyorot

Konflik yang tengah berlangsung di Iran terus menjadi perhatian dunia internasional. Pernyataan keras dari pemimpin tertinggi dan presiden Iran menunjukkan bahwa ketegangan geopolitik di kawasan masih jauh dari mereda.

Namun di sisi lain, seruan untuk perdamaian dan stabilitas regional juga menjadi sinyal bahwa jalur diplomasi tetap terbuka.

Perkembangan situasi ini diperkirakan akan terus menjadi sorotan global dalam beberapa waktu ke depan, terutama terkait dinamika hubungan Iran dengan negara-negara Barat dan kawasan Timur Tengah. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Nowruz Iran #Masoud Pezeshkian #Mojtaba Khamenei #Geopolitik Timur Tengah #perang iran #konflik Iran 2026 #Iran vs AS Israel