RADARBANYUWANGI.ID - Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa negaranya tidak terlibat dalam serangan yang baru-baru ini terjadi di beberapa wilayah Turki dan Oman. Pernyataan tersebut disampaikan pada Jumat (20/3) dalam pesan resmi yang bertepatan dengan perayaan Idul Fitri dan Tahun Baru Iran, Nowruz.
Dalam pernyataannya, Khamenei menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran maupun kelompok sekutunya tidak bertanggung jawab atas insiden tersebut. “Iran memiliki hubungan yang baik dengan Turki dan Oman, dan kami tidak memiliki kepentingan untuk merusaknya,” ujarnya.
Ia juga memperingatkan adanya kemungkinan operasi “false flag” atau bendera palsu yang bertujuan memicu ketegangan regional. Khamenei secara khusus menyinggung peran Israel yang disebutnya dapat memanfaatkan strategi tersebut untuk menciptakan perpecahan antarnegara di kawasan.
“Operasi semacam ini dirancang untuk menebar kecurigaan dan memecah hubungan antarnegara tetangga,” kata Khamenei dalam pernyataan resminya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas hubungan antarnegara di kawasan, termasuk mendorong Afghanistan dan Pakistan agar memperkuat kerja sama bilateral mereka. Ia juga menyatakan kesiapan Iran untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan demi memperkuat hubungan regional.
Di dalam negeri, Khamenei menyoroti perlunya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi. Ia menetapkan tahun baru Iran sebagai momentum untuk mendorong “ekonomi ketahanan” dengan semangat persatuan nasional.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan kawasan setelah serangan gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu ke Teheran dan sejumlah kota lainnya. Serangan tersebut menewaskan pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, sejumlah komandan militer senior, serta warga sipil.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone yang menargetkan wilayah Israel serta sejumlah pangkalan dan aset militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Editor : Lugas Rumpakaadi