Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Iran Batasi Akses Selat Hormuz, Ini Daftar Negara yang Diizinkan Melintas di Jalur Vital Dunia, Ada Indonesia?

Ali Sodiqin • Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:00 WIB

Selat Hormuz.
Selat Hormuz.

RADARBANYUWANGI.ID - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kian memanas.

Iran kini memberlakukan pengawasan ketat terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz—jalur vital yang menjadi urat nadi distribusi energi global.

Di tengah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel, Iran hanya mengizinkan kapal dari negara tertentu untuk melintas.

Kebijakan ini berlaku sejak eskalasi konflik yang dimulai pada 28 Februari 2026.

Blokade Selektif, Hanya Sekutu yang Bisa Lewat

Berdasarkan laporan perusahaan intelijen maritim Windward, Iran kini menerapkan sistem “blokade selektif”.

Artinya, jalur Selat Hormuz tidak sepenuhnya ditutup, namun hanya dibuka bagi kapal-kapal dari negara yang dianggap sekutu atau tidak berafiliasi dengan kepentingan Barat.

Dalam laporan tersebut, tercatat sejumlah kapal berhasil melintasi jalur ini pada 15–16 Maret 2026 melalui perairan yang dikendalikan Iran.

“Rute baru ini menunjukkan bagaimana Iran mengembangkan blokade selektif untuk memungkinkan sekutu dan pendukungnya tetap transit,” tulis laporan tersebut.

Daftar Negara yang Diizinkan Melintas

Sejumlah negara dilaporkan telah mendapatkan izin khusus dari Iran untuk melintasi Selat Hormuz.

Berikut daftarnya:

  1. Pakistan

Kapal tanker berbendera Pakistan dilaporkan berhasil keluar dari Teluk melalui jalur yang diizinkan Iran. Kapal jenis Aframax bernama Karachi menjadi salah satu yang tercatat melintas.

  1. India

India juga masuk dalam daftar negara yang diizinkan. Setidaknya dua kapal tanker LPG berhasil melintasi jalur tersebut setelah adanya komunikasi bilateral dengan Teheran.

  1. Turki

Kapal milik Turki turut mendapat izin. Persetujuan diberikan langsung oleh otoritas Iran setelah kapal berada di sekitar perairan mereka.

China dan Eropa Masih Negosiasi

Sementara itu, sejumlah negara lain masih berupaya mendapatkan akses serupa.

China disebut tengah melakukan negosiasi intensif dengan Iran. Hal ini wajar mengingat China sangat bergantung pada pasokan minyak dan gas yang melewati Selat Hormuz.

Negara-negara Eropa seperti Prancis dan Italia juga dilaporkan mengajukan permohonan izin. Namun hingga kini belum ada kepastian apakah mereka telah memperoleh akses melintas.

Dampak Besar ke Ekonomi Global

Kebijakan Iran ini berpotensi mengguncang ekonomi dunia. Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dan gas global.

Pembatasan akses akan memicu gangguan rantai pasok energi, meningkatkan harga minyak, dan memperburuk inflasi di berbagai negara.

Langkah Iran dinilai sebagai strategi geopolitik untuk mengontrol distribusi energi sekaligus memberi tekanan kepada negara-negara yang terlibat dalam konflik.

Senjata Strategis di Tengah Konflik

Penutupan sebagian Selat Hormuz menunjukkan bahwa Iran memanfaatkan posisi geografisnya sebagai alat tawar dalam konflik yang sedang berlangsung.

Dengan mengatur siapa yang boleh melintas, Iran tidak hanya menjaga kepentingan nasionalnya, tetapi juga mengirim sinyal kuat kepada dunia tentang pengaruhnya di kawasan.

Situasi ini diperkirakan masih akan berkembang, seiring dinamika konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Dunia Menanti Kepastian

Ketidakpastian akses Selat Hormuz kini menjadi perhatian global. Negara-negara pengimpor energi terus memantau perkembangan dan berupaya mencari jalur alternatif distribusi.

Jika ketegangan terus meningkat, bukan tidak mungkin dampaknya akan meluas ke berbagai sektor, mulai dari energi hingga perdagangan internasional.

Dengan demikian, kebijakan Iran di Selat Hormuz bukan sekadar langkah militer, tetapi juga permainan strategi yang berpotensi mengubah peta ekonomi dunia. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Konflik Iran AS Israel #jalur minyak dunia #Pakistan India Turki Hormuz #negara yang boleh melintas Hormuz #Selat Hormuz ditutup Iran