RADARBANYUWANGI.ID - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran mengumumkan peluncuran gelombang terbaru serangan rudal terhadap Israel.
Militer elit Iran tersebut merilis rekaman peluncuran gelombang ke-54 dari operasi militer yang mereka sebut “True Promise 4” pada Minggu (15/3/2026).
Dalam operasi tersebut, Iran mengklaim telah menggunakan untuk pertama kalinya secara operasional rudal strategis Sejjil, salah satu rudal balistik berbahan bakar padat paling canggih yang dimiliki negara itu.
Penggunaan Operasional Perdana Rudal Sejjil
Dalam pernyataan resminya, Islamic Revolutionary Guard Corps atau IRGC menyebut bahwa peluncuran rudal kali ini menjadi tonggak penting dalam kemampuan militer Iran.
Pasalnya, rudal Sejjil missile untuk pertama kalinya digunakan dalam operasi militer nyata.
Sejjil dikenal sebagai rudal balistik jarak menengah dengan bahan bakar padat yang mampu diluncurkan dengan waktu persiapan jauh lebih cepat dibandingkan rudal berbahan bakar cair.
Keunggulan ini membuat sistem persenjataan tersebut lebih sulit dideteksi maupun dicegat sebelum peluncuran.
Penggunaan Sejjil dinilai menunjukkan peningkatan kemampuan teknologi rudal Iran dalam beberapa tahun terakhir.
Libatkan Berbagai Jenis Rudal Balistik
IRGC menyatakan bahwa gelombang serangan ke-54 dalam operasi Operation True Promise 4 tidak hanya melibatkan rudal Sejjil.
Beberapa jenis rudal balistik lain juga dilaporkan digunakan dalam serangan tersebut.
Di antaranya:
- Khorramshahr missile
- Kheibar Shekan missile
- Qadr missile
- Emad missile
Kombinasi berbagai jenis rudal tersebut menunjukkan pendekatan serangan berlapis yang sering digunakan dalam strategi militer modern untuk menembus sistem pertahanan udara lawan.
Klaim Targetkan Pusat Militer Israel
Dalam pernyataan yang sama, IRGC menyebut bahwa sasaran serangan kali ini adalah pusat administrasi dan pengambilan keputusan yang terkait dengan operasi militer Israel.
Target tersebut disebut memiliki peran penting dalam perencanaan serta koordinasi berbagai operasi militer negara tersebut.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada konfirmasi independen mengenai dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan tersebut.
Pihak Israel sendiri belum merilis laporan resmi terkait hasil serangan tersebut maupun potensi korban.
Ketegangan Regional Kian Meningkat
Serangan rudal terbaru ini semakin menegaskan meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel.
Kedua negara telah lama berada dalam rivalitas geopolitik yang melibatkan berbagai operasi militer tidak langsung, baik melalui serangan udara, operasi siber, maupun dukungan terhadap kelompok milisi di kawasan.
Penggunaan rudal balistik jarak menengah seperti Sejjil missile juga menunjukkan bahwa konflik kini memasuki fase dengan eskalasi teknologi militer yang lebih tinggi.
Para analis keamanan menilai bahwa peningkatan intensitas serangan rudal dapat memperbesar risiko konflik regional yang lebih luas.
Terlebih, Timur Tengah saat ini juga menjadi kawasan strategis dengan kehadiran berbagai kekuatan militer internasional.
Situasi tersebut membuat setiap perkembangan konflik di kawasan ini terus dipantau secara ketat oleh komunitas internasional. (*)
Editor : Ali Sodiqin