Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Profil Benjamin Netanyahu: Dari Prajurit Elite hingga Perdana Menteri Israel, Kini Terseret Rumor Kematian di Tengah Konflik Iran–Israel

Ali Sodiqin • Rabu, 11 Maret 2026 | 16:25 WIB

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Majelis Umum PBB di New York beberapa waktu lalu.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Majelis Umum PBB di New York beberapa waktu lalu.

RADARBANYUWANGI.ID - Nama Benjamin Netanyahu kembali menjadi sorotan dunia setelah rumor mengenai kematiannya beredar luas di tengah eskalasi konflik antara Israel dan Iran pada awal Maret 2026.

Kabar tersebut pertama kali mencuat dari laporan media Iran, Tasnim News Agency, yang menyebut Netanyahu kemungkinan tewas atau mengalami luka serius.

Informasi itu dengan cepat menyebar ke berbagai platform media sosial dan memicu spekulasi global.

Namun hingga kini, tidak ada konfirmasi resmi dari pemerintah Israel maupun lembaga internasional mengenai kabar tersebut.

Media Israel seperti The Jerusalem Post bahkan menyebut klaim tersebut sebagai bagian dari perang informasi dalam konflik geopolitik.

Di balik rumor tersebut, Netanyahu dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam politik modern Israel.

Perjalanan hidupnya terbentang panjang, mulai dari prajurit pasukan elite hingga menjadi perdana menteri dengan masa jabatan terlama dalam sejarah negara itu.

Lahir di Tel Aviv, Tumbuh di Israel dan Amerika

Benjamin Netanyahu lahir di Tel Aviv pada 21 Oktober 1949. Ia merupakan anak kedua dari pasangan Tzila Segal dan sejarawan Yahudi terkemuka Benzion Netanyahu.

Masa kecil Netanyahu dihabiskan antara Israel dan Amerika Serikat. Keluarganya sempat tinggal di Cheltenham Township, Pennsylvania ketika sang ayah mengajar sebagai profesor di wilayah Philadelphia.

Netanyahu menempuh pendidikan menengah di Cheltenham High School sebelum akhirnya kembali ke Israel pada 1967.

Lingkungan keluarga yang akademis serta pengalaman hidup di dua negara membentuk perspektif global yang kemudian memengaruhi gaya kepemimpinannya.

Prajurit Pasukan Elite Israel

Setelah kembali ke Israel, Netanyahu bergabung dengan militer dan menjadi anggota unit elite Sayeret Matkal di bawah komando Israel Defense Forces.

Ia bertugas selama lima tahun dan mencapai pangkat kapten. Selama masa dinasnya, Netanyahu terlibat dalam sejumlah operasi militer penting yang menjadi bagian dari sejarah konflik di Timur Tengah.

Salah satu operasi terkenal adalah penyelamatan sandera dalam pembajakan pesawat Sabena Flight 571 hijacking pada 1972.

Pengalaman militer tersebut membentuk citra Netanyahu sebagai pemimpin yang sangat menekankan aspek keamanan nasional dalam kebijakan politiknya.

Pendidikan di MIT dan Karier Konsultan

Pada 1972, Netanyahu kembali ke Amerika Serikat untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Massachusetts Institute of Technology atau MIT.

Ia meraih gelar Bachelor of Science di bidang arsitektur serta melanjutkan studi manajemen di MIT Sloan School of Management hingga meraih gelar MBA.

Setelah menyelesaikan pendidikan, ia bekerja sebagai konsultan ekonomi di Boston Consulting Group pada periode 1976–1978.

Namun perjalanan hidupnya berubah drastis setelah kakaknya, Jonathan Netanyahu, gugur dalam operasi penyelamatan sandera yang terkenal dalam sejarah militer Israel, yaitu Operasi Entebbe pada 1976.

Peristiwa tersebut mendorong Netanyahu aktif dalam kampanye internasional melawan terorisme.

Karier Diplomatik di Amerika dan PBB

Karier publik Netanyahu mulai menanjak ketika ia bergabung dengan layanan diplomatik Israel.

Pada 1982–1984, ia menjabat Wakil Kepala Misi Kedutaan Israel di Washington DC.

Kemampuannya berbicara bahasa Inggris dengan sangat fasih membuatnya menjadi salah satu juru bicara paling efektif bagi Israel di media internasional.

Karier diplomatiknya berlanjut ketika ia diangkat menjadi Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 1984–1988.

Selama masa itu, Netanyahu dikenal aktif mengampanyekan isu keamanan Israel di forum internasional.

Awal Karier Politik di Israel

Pada 1988, Netanyahu resmi memasuki dunia politik domestik setelah bergabung dengan Partai Likud.

Ia terpilih menjadi anggota parlemen Israel atau Knesset.

Karier politiknya terus menanjak hingga akhirnya ia dipercaya memimpin partai tersebut dan menjadi salah satu tokoh utama dalam politik Israel.

Perdana Menteri Termuda Israel

Pada pemilu 1996, Benjamin Netanyahu memenangkan pemilihan dan menjadi Perdana Menteri Israel untuk pertama kalinya.

Saat itu ia menjadi pemimpin termuda dalam sejarah negara tersebut.

Sejak saat itu, Netanyahu menjalani beberapa periode kepemimpinan:

Ia juga pernah menjabat Menteri Luar Negeri Israel (2002–2003), Menteri Keuangan (2003–2005), serta Pemimpin Oposisi pada 2006–2009.

Kebijakan ekonominya dikenal pro pasar bebas dan reformasi ekonomi besar yang oleh sejumlah ekonom disebut sebagai bentuk “kapitalisme populer”.

Kebijakan Keamanan dan Konflik Gaza

Sepanjang kepemimpinannya, Netanyahu dikenal menempatkan isu keamanan nasional sebagai prioritas utama.

Ia berulang kali menegaskan bahwa Iran merupakan ancaman eksistensial bagi Israel, terutama terkait program nuklir negara tersebut.

Dalam berbagai konflik di Jalur Gaza, Netanyahu memerintahkan sejumlah operasi militer besar sebagai respons terhadap serangan roket yang diluncurkan ke wilayah Israel.

Kebijakan tersebut mendapat dukungan kuat dari sebagian besar masyarakat Israel, tetapi juga memicu kritik dari komunitas internasional.

Kontroversi dan Kasus Hukum

Karier panjang Netanyahu tidak lepas dari kontroversi.

Sejak 2019, ia menghadapi sejumlah tuduhan korupsi, termasuk suap, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan.

Meski demikian, Netanyahu membantah seluruh tuduhan tersebut dan menyebut proses hukum yang menjeratnya sebagai upaya politis untuk menjatuhkannya dari kekuasaan.

Terlepas dari kasus tersebut, ia tetap mampu bertahan dalam dinamika politik Israel yang sangat kompetitif.

Rumor Netanyahu Tewas di Tengah Konflik

Pada awal Maret 2026, media sosial kembali dihebohkan oleh rumor bahwa Benjamin Netanyahu tewas akibat serangan dalam konflik antara Israel dan Iran.

Narasi tersebut viral setelah sejumlah akun di platform X mengaitkan kabar itu dengan laporan media yang disebut sempat tayang lalu dihapus.

Namun hingga kini, tidak ada satu pun konfirmasi resmi dari pemerintah Israel maupun media internasional kredibel mengenai kabar tersebut.

Sebaliknya, Netanyahu disebut masih menjalankan aktivitas pemerintahan, termasuk merilis pernyataan resmi dan melakukan komunikasi dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron.

Figur Sentral Politik Israel Modern

Selama lebih dari tiga dekade berada di panggung politik, Benjamin Netanyahu tetap menjadi figur sentral dalam arah kebijakan Israel.

Mulai dari prajurit elite, diplomat di PBB, hingga menjadi perdana menteri berulang kali, perjalanan hidupnya menunjukkan bagaimana geopolitik dan isu keamanan membentuk kepemimpinannya.

Meski rumor kematiannya belum terbukti, nama Netanyahu hampir dipastikan masih akan terus mewarnai dinamika politik global, terutama di tengah konflik Timur Tengah yang hingga kini belum menunjukkan tanda mereda. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#biodata Netanyahu #Profil Benjamin Netanyahu #sejarah Benjamin Netanyahu #siapa Benjamin Netanyahu #Netanyahu Israel Iran #PM Israel Benjamin Netanyahu #perjalanan karier Netanyahu #rumor Netanyahu meninggal