RADARBANYUWANGI.ID - Majelis Pakar Kepemimpinan Iran secara resmi menetapkan Ayatollah Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Ketiga Republik Islam Iran, menggantikan ayahnya Ayatollah Ali Khamenei yang gugur akibat serangan militer AS dan Israel pada akhir Februari 2026.
Penunjukan ini dilakukan berdasarkan Pasal 107 dan 108 Konstitusi Iran untuk masa jabatan delapan tahun, dengan perolehan lebih dari 85 persen suara anggota Majelis Pakar.
Berdasarkan pernyataan pers resmi Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta yang diterima Senin (9/3/2026), transisi kepemimpinan ini berjalan kokoh dan langsung diikuti langkah militer strategis di bawah komando baru.
Iran menyatakan telah melancarkan tahap ke-30 dari Operasi Janji Setia 4 di bawah komando Mojtaba Khamenei.
"Pagi ini tahap ke-30 dari 'Operasi Janji Setia 4' dilaksanakan di bawah komando kepemimpinan Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei terhadap wilayah-wilayah zionis Israel," tulis pernyataan resmi tersebut.
Iran juga merinci dampak serangan AS-Israel selama sepuluh hari terakhir.
Lebih dari 1.300 anak-anak dan warga sipil dilaporkan tewas, sementara 9.669 target sipil hancur mencakup 7.943 unit rumah tinggal, pusat medis, sekolah, dan infrastruktur energi.
Iran turut menyoroti serangan terhadap kapal perang Dena di perairan internasional yang disebutnya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional.
Dalam pernyataan yang sama, Iran secara tegas menutup pintu negosiasi dengan Washington, menyebut AS telah tiga kali melakukan pengkhianatan diplomasi, mulai dari penarikan sepihak dari JCPOA pada 2018, serangan Juni 2025, hingga serangan 28 Februari 2026 yang terjadi tepat setelah putaran kedua perundingan.
"Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan menggunakan seluruh kemampuan dan kapasitasnya untuk menghadapi agresi kriminal ini hingga agresi tersebut dihentikan, atau hingga Dewan Keamanan PBB menjalankan tugasnya," tegas pernyataan Kedubes Iran.
Editor : Lugas Rumpakaadi