Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

3 WNI Hilang di Selat Hormuz, 1 Luka Bakar Dirawat di Oman, Gara-gara Tug Boat Musaffah 2 Meledak

Ali Sodiqin • Minggu, 8 Maret 2026 | 23:00 WIB

Selat Hormuz.
Selat Hormuz.

RADARBANYUWANGI.ID - Insiden ledakan yang menimpa kapal tug boat Musaffah 2 tug boat di kawasan Selat Hormuz menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia.

Kapal berbendera Persatuan Emirat Arab tersebut dilaporkan meledak pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 02.00 dini hari waktu setempat.

Ledakan itu menyebabkan kapal terbakar hebat sebelum akhirnya tenggelam di perairan yang berada di antara wilayah Uni Emirat Arab dan Oman.

Dari total awak kapal, beberapa di antaranya merupakan warga negara Indonesia (WNI).

Kemlu Terima Laporan dari KBRI

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengonfirmasi telah menerima laporan mengenai insiden tersebut dari KBRI Abu Dhabi dan KBRI Muscat.

Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, mengatakan bahwa berdasarkan keterangan saksi mata, kapal tug boat tersebut mengalami ledakan hebat yang memicu kebakaran sebelum akhirnya tenggelam.

“Berdasarkan keterangan saksi, Musaffah 2 mengalami ledakan yang menyebabkan kapal terbakar dan kemudian tenggelam,” ujarnya, Sabtu (7/3/2026).

Ia menambahkan bahwa hingga saat ini otoritas di kedua negara masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti ledakan tersebut.

“Hingga saat ini otoritas di Uni Emirat Arab dan Oman masih menyelidiki penyebab insiden ini,” jelasnya.

Total 7 Awak Kapal, 4 Orang Selamat

Menurut data yang diterima perwakilan Indonesia, kapal tersebut membawa total 7 awak kapal yang berasal dari beberapa negara, yakni Indonesia, India, dan Filipina.

Dari jumlah tersebut, empat awak berhasil selamat, sementara tiga awak lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim penyelamat.

Pemerintah Indonesia memberikan perhatian khusus terhadap kondisi para WNI yang berada di kapal tersebut.

Empat WNI Terlibat dalam Insiden

Berdasarkan informasi sementara, terdapat empat warga negara Indonesia yang menjadi bagian dari awak kapal Musaffah 2.

Dari empat WNI tersebut, satu orang dilaporkan selamat namun mengalami luka bakar akibat ledakan kapal. Korban saat ini tengah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit di Kota Khasab Oman.

Sementara itu, tiga WNI lainnya masih dinyatakan hilang dan hingga kini masih dalam proses pencarian oleh otoritas setempat.

Selain itu, terdapat satu WNI lainnya yang berada di lokasi kejadian namun tidak berada di kapal Musaffah 2. WNI tersebut berada di kapal berbeda dan dilaporkan dalam kondisi selamat.

Perwakilan RI Koordinasi Intensif

Pasca insiden tersebut, perwakilan pemerintah Indonesia di kawasan Timur Tengah langsung bergerak cepat melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

KBRI di Abu Dhabi dan Muscat terus berkomunikasi dengan otoritas setempat serta perusahaan operator kapal, Safeen Prestige, untuk memastikan penanganan para awak kapal.

Koordinasi tersebut mencakup beberapa langkah penting, antara lain:

Pemerintah Indonesia juga mendorong dilakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti ledakan kapal tersebut.

Selat Hormuz Kawasan Strategis dan Sensitif

Insiden ini terjadi di kawasan Selat Hormuz, jalur pelayaran internasional yang sangat strategis bagi perdagangan energi dunia.

Selat ini menjadi salah satu jalur utama distribusi minyak global dan berada di kawasan yang kerap menjadi titik ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Karena itu, setiap insiden maritim di kawasan tersebut selalu mendapat perhatian internasional.

Kemlu Imbau WNI Tingkatkan Kewaspadaan

Menyikapi insiden ini serta situasi keamanan di kawasan Timur Tengah, Kementerian Luar Negeri kembali mengimbau seluruh WNI yang berada di wilayah tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan.

Imbauan tersebut juga berlaku bagi awak kapal berkewarganegaraan Indonesia yang bekerja di sektor pelayaran internasional.

Kemlu meminta para WNI untuk:

Langkah tersebut penting untuk memastikan pemerintah dapat memberikan respons cepat apabila terjadi situasi darurat.

“Segera lakukan lapor diri untuk memastikan respons cepat dan tepat dari Perwakilan RI. Dalam keadaan darurat segera hubungi hotline Perwakilan RI terkait,” tutup Heni.

Hingga kini proses pencarian terhadap tiga awak WNI yang hilang masih terus dilakukan oleh tim penyelamat dari Oman dan Uni Emirat Arab.

Pemerintah Indonesia memastikan akan terus memantau perkembangan situasi serta memberikan perlindungan maksimal bagi warga negara Indonesia yang terdampak insiden tersebut. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#selat hormuz #WNI hilang di Selat Hormuz #insiden kapal Musaffah 2 #KBRI Abu Dhabi #ledakan Musaffah 2 #KBRI Muscat