Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Iran Serang Pangkalan Udara Ali Al Salem Kuwait, Citra Satelit Tunjukkan Kerusakan Fasilitas Militer AS di Timur Tengah

Ali Sodiqin • Sabtu, 7 Maret 2026 | 16:00 WIB

Drone Iran menghantam fasilitas militer AS di Kuwait.
Drone Iran menghantam fasilitas militer AS di Kuwait.

RADARBANYUWANGI.ID - Ketegangan geopolitik di kawasan Teluk kembali memanas setelah pasukan Iran dilaporkan melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Salah satu target utama serangan tersebut adalah Ali Al Salem Air Base di Kuwait. Pangkalan udara itu dikenal sebagai salah satu gerbang kekuatan tempur terbesar milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan di sejumlah fasilitas penting, termasuk infrastruktur komunikasi, radar militer, serta depot bahan bakar.

Citra Satelit Tunjukkan Kerusakan di Pangkalan

Berdasarkan analisis citra satelit yang beredar, setidaknya terdapat empat titik kerusakan utama di area pangkalan udara Ali Al Salem.

Foto-foto satelit juga memperlihatkan kepulan asap besar yang membumbung tinggi dari area pangkalan, menandakan adanya ledakan atau kebakaran setelah serangan terjadi.

Salah satu fasilitas yang dikonfirmasi terkena dampak adalah depot bahan bakar di sisi timur pangkalan, yang menjadi bagian penting dalam operasional pesawat militer.

Selain itu, beberapa fasilitas penting lainnya dilaporkan mengalami kerusakan, termasuk tiga sistem radar militer, delapan bangunan pusat komunikasi satelit, serta sejumlah infrastruktur pendukung operasi militer.

Ratusan Drone dan Rudal Ditembak Jatuh

Pihak militer Kuwait melaporkan bahwa sistem pertahanan udara negara tersebut berhasil mencegat sebagian besar ancaman yang datang dari arah luar wilayah.

Dalam laporan awal, sistem pertahanan udara Kuwait dikabarkan berhasil menembak jatuh 97 rudal dan 283 drone yang diduga diluncurkan selama serangan berlangsung.

Langkah ini dinilai berhasil mencegah kerusakan yang lebih luas terhadap fasilitas militer di kawasan tersebut.

Namun dalam insiden yang diduga sebagai tembakan salah sasaran (friendly fire), sistem pertahanan udara Kuwait dilaporkan menembak jatuh tiga jet tempur F-15E Strike Eagle milik Angkatan Udara Amerika Serikat.

Jet tempur tersebut merupakan salah satu pesawat tempur utama yang digunakan oleh militer AS dalam berbagai operasi di Timur Tengah.

Serangan Juga Menyasar Fasilitas AS di Negara Teluk

Laporan media internasional The New York Times menyebutkan bahwa serangan Iran tidak hanya terjadi di Kuwait.

Sedikitnya tujuh fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Teluk dilaporkan menjadi target serangan dalam operasi tersebut.

Beberapa lokasi yang disebut terkena dampak antara lain:

Di beberapa lokasi tersebut terdapat sistem deteksi dan pertahanan rudal balistik yang menjadi bagian penting dalam sistem pertahanan kawasan.

Radar Peringatan Dini Bernilai Miliaran Dolar Diklaim Hancur

Dalam pernyataan resminya, Iran mengklaim telah menghancurkan salah satu radar peringatan dini milik Amerika Serikat di Qatar, yakni sistem AN/FPS-132 Block 5.

Radar tersebut merupakan bagian dari sistem peringatan dini terhadap serangan rudal balistik jarak jauh dan diperkirakan memiliki nilai lebih dari 1 miliar dolar AS.

Pihak berwenang Qatar mengonfirmasi bahwa fasilitas tersebut memang menjadi target serangan.

Namun hingga kini pemerintah Qatar belum memberikan keterangan resmi mengenai tingkat kerusakan yang sebenarnya.

Meski demikian, citra satelit yang beredar di berbagai platform analisis militer memperlihatkan tanda-tanda kerusakan pada area fasilitas tersebut.

Ketegangan Geopolitik Kian Meningkat

Serangan terhadap berbagai fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Teluk tersebut memperlihatkan meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran dan sekutu Barat di kawasan Timur Tengah.

Pangkalan udara seperti Ali Al Salem di Kuwait dan Al Udeid di Qatar selama ini menjadi pusat operasi militer AS dalam berbagai misi keamanan regional.

Kerusakan pada fasilitas radar, komunikasi satelit, serta sistem peringatan dini berpotensi memengaruhi sistem pengawasan militer di kawasan tersebut.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Amerika Serikat terkait dampak penuh dari serangan tersebut maupun kemungkinan respons militer selanjutnya.

Namun para pengamat menilai bahwa eskalasi konflik di kawasan Teluk berpotensi memicu ketidakstabilan geopolitik yang lebih luas jika tidak segera diredakan melalui jalur diplomasi internasional. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#radar AN FPS 132 Qatar #Ali Al Salem Air Base Kuwait #konflik Iran Amerika Serikat #serangan fasilitas militer AS Timur Tengah #serangan Iran ke pangkalan AS