RADARBANYUWANGI.ID - Upaya peningkatan layanan jamaah di kawasan dua masjid suci Arab Saudi kini memasuki babak baru.
Otoritas pengelola resmi meluncurkan sistem peta pintar interaktif berbasis digital untuk memudahkan navigasi dan pergerakan jamaah di area ibadah yang padat.
Peluncuran dilakukan langsung oleh CEO Otoritas Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Ghazi Al-Shahrani, di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Sistem ini dinilai menjadi lompatan kualitatif dalam layanan penunjuk arah (wayfinding) bagi jamaah umrah maupun pengunjung umum di Dua Masjid Suci.
Navigasi Real-Time untuk Mobilitas Aman
Al-Shahrani menegaskan, kehadiran peta interaktif pintar memungkinkan jamaah memperoleh panduan lokasi secara akurat, terkini, dan responsif terhadap kondisi lapangan.
“Peta interaktif ini merupakan lompatan kualitatif dalam panduan spasial. Layanan ini memfasilitasi pergerakan pengunjung dan jamaah umrah, serta meningkatkan efisiensi wayfinding di Dua Masjid Suci dengan menyediakan informasi real-time dan rute terkini yang mendukung mobilitas aman dan pengalaman ibadah yang lebih baik,” ujarnya seperti dikutip dari Saudi Gazette.
Sistem tersebut dirancang untuk menampilkan rute yang diperbarui secara langsung (real-time).
Artinya, ketika terjadi lonjakan kepadatan atau penutupan sementara jalur tertentu, peta akan secara otomatis mengarahkan jamaah ke jalur alternatif paling aman dan efisien.
Langkah ini menjadi solusi strategis mengingat jutaan jamaah dari berbagai negara memadati kawasan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, terutama saat Ramadan dan musim haji.
Terhubung dengan Ruang Kendali Operasional
Lebih lanjut, Al-Shahrani menjelaskan bahwa peta pintar ini bukan sekadar aplikasi penunjuk arah biasa. Sistem tersebut terintegrasi langsung dengan ruang kendali operasional otoritas.
Data operasional di lapangan—mulai dari kepadatan jamaah hingga pengaturan arus masuk dan keluar—terhubung secara digital. Dengan begitu, rekomendasi rute yang ditampilkan benar-benar berbasis kondisi aktual.
“Peta interaktif merupakan bagian dari ekosistem digital terintegrasi yang menyediakan panduan berbasis lokasi, didukung data operasional langsung yang terhubung dengan ruang operasi, guna membantu mengarahkan pengunjung ke rute paling tepat saat terjadi kepadatan atau penutupan sementara,” jelasnya.
Integrasi ini menjadikan sistem navigasi tidak hanya informatif, tetapi juga adaptif terhadap dinamika pergerakan jamaah.
Uji Coba Dimulai Sejak Ramadan
Sementara itu, Wakil Presiden Eksekutif Transformasi Digital otoritas, Mohammed Al-Saqr, mengungkapkan bahwa tahap uji coba sistem telah dimulai sejak Ramadan.
Menurutnya, peluncuran percontohan ini merupakan fondasi utama proyek pengembangan multi-tahun yang akan terus diperluas secara bertahap.
“Peluncuran percontohan ini merupakan fondasi utama dari proyek pengembangan multi-tahun,” katanya.
Sistem peta pintar terintegrasi dengan skema penandaan warna dan sistem alamat metrik yang membagi area Dua Masjid Suci ke dalam zona geografis yang jelas.
Pembagian zona ini memudahkan jamaah mengenali lokasi dan menentukan arah secara lebih sistematis.
950 Titik Layanan dan 100 Ribu Rute Dinamis
Secara teknis, sistem ini mencakup lebih dari 950 titik kepentingan (points of interest) yang terbagi dalam 13 kategori layanan.
Mulai dari pintu masuk, area salat, tempat wudu, layanan kesehatan, hingga fasilitas pendukung lainnya.
Fasilitas tersebut didukung oleh lebih dari 650 kode QR yang dapat dipindai jamaah untuk mengakses informasi detail lokasi.
Tak hanya itu, sistem memiliki kemampuan menghasilkan lebih dari 100 ribu rute dinamis. Rute-rute ini dioptimalkan secara otomatis berdasarkan variabel pergerakan jamaah, tingkat kepadatan, serta kondisi operasional di lapangan.
Direktur Solusi Bisnis otoritas, Waheeb Al-Mutrafi, menambahkan bahwa peta pintar juga mendukung laporan berbasis lokasi dan mempercepat akses jamaah ke layanan kereta listrik melalui nomor tiket pada platform pintar.
“Hal ini meningkatkan efisiensi operasional dan mengangkat kualitas layanan yang diberikan kepada para jamaah,” ujarnya.
Bagian dari Transformasi Digital Arab Saudi
Peluncuran peta pintar interaktif ini menjadi bagian dari transformasi digital yang lebih luas di sektor pelayanan ibadah di Arab Saudi.
Digitalisasi dinilai krusial untuk mengelola jutaan jamaah yang datang setiap tahun ke Makkah dan Madinah.
Dengan dukungan teknologi berbasis data real-time, pemerintah Arab Saudi berupaya menciptakan pengalaman ibadah yang lebih aman, tertata, dan nyaman.
Inovasi ini juga memperlihatkan bagaimana pengelolaan tempat ibadah berskala global kini tidak lepas dari sentuhan teknologi modern.
Ke depan, sistem peta pintar di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi diproyeksikan terus dikembangkan dengan fitur tambahan, termasuk integrasi lebih luas dengan layanan transportasi, keamanan, dan informasi ibadah.
Bagi jamaah, kehadiran sistem ini diharapkan dapat meminimalkan kebingungan saat mencari lokasi tertentu, mengurangi risiko tersesat di tengah keramaian, serta memastikan mobilitas yang lebih lancar selama menjalankan ibadah umrah maupun haji. (*)
Editor : Ali Sodiqin