Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

AS Hantam Fasilitas Nuklir Iran, Apa Dampaknya bagi Dunia?

Lugas Rumpakaadi • Minggu, 1 Maret 2026 | 19:15 WIB

IRGC mengklaim 200 personel militer AS tewas dan terluka dalam serangan balasan Iran terhadap pangkalan militer AS di Timur Tengah.
IRGC mengklaim 200 personel militer AS tewas dan terluka dalam serangan balasan Iran terhadap pangkalan militer AS di Timur Tengah.

RADARBANYUWANGI.ID - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan dimulainya “operasi tempur besar-besaran” di Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui video yang diunggah di platform Truth Social, tak lama setelah laporan ledakan muncul dari ibu kota Iran, Teheran.

Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa Iran “tidak boleh memiliki senjata nuklir”.

Ia menyebut operasi militer bertajuk Operasi Midnight Hammer telah menghantam sejumlah fasilitas nuklir utama Iran, yakni di Fordow, Natanz, dan Isfahan.

Menurutnya, langkah tersebut diambil karena Iran dinilai menolak berbagai peluang diplomatik untuk menghentikan ambisi nuklirnya.

Trump juga menuduh Iran terus mengembangkan rudal jarak jauh yang berpotensi mengancam sekutu Amerika Serikat di Eropa serta pasukan AS di berbagai wilayah dunia.

Bahkan, ia mengklaim kemampuan rudal tersebut dalam waktu dekat dapat menjangkau daratan Amerika Serikat.

Selain menargetkan fasilitas nuklir, Trump menyatakan bahwa AS akan menghancurkan industri rudal Iran “sampai ke tanah” dan membinasakan angkatan laut negara tersebut.

Ia juga menyinggung slogan “Kematian bagi Amerika” yang, menurutnya, telah diteriakkan rezim Iran selama 47 tahun terakhir.

Meski demikian, Trump mengakui potensi jatuhnya korban dari pihak Amerika.

“Nyawa para pahlawan Amerika yang gagah berani mungkin akan hilang,” ujarnya.

Ia pun menyerukan kepada rakyat Iran agar memanfaatkan momentum ini untuk “meraih kebebasan” dan mengambil alih pemerintahan mereka.

Situasi ini diperkirakan akan memicu ketegangan geopolitik yang signifikan serta meningkatkan kekhawatiran global terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#iran #nuklir #donald trump #as #amerika serikat