RADARBANYUWANGI.ID - Iran melancarkan serangkaian serangan ke berbagai lokasi strategis di Timur Tengah sebagai respons atas gempuran Amerika Serikat dan Israel.
Eskalasi ini memicu kekhawatiran global karena melibatkan pangkalan militer, infrastruktur vital, hingga jalur perdagangan energi dunia.
Di Dubai, ledakan terjadi di Fairmont The Palm, kawasan Palm Jumeirah.
Otoritas setempat menyebut empat orang terluka akibat insiden tersebut.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab menyatakan berhasil mencegat gelombang baru rudal balistik dan drone Iran.
Serangan itu disebut sebagai tindakan “terang-terangan” yang menyasar wilayah UEA, termasuk area sekitar Pangkalan Udara Al Dhafra, lokasi operasi Angkatan Udara AS bersama UEA.
Di Qatar, ledakan dilaporkan terlihat di sekitar Pangkalan Udara Al Udeid, markas militer terbesar AS di kawasan Teluk.
Bahrain juga menyatakan pangkalan Angkatan Laut AS yang menjadi rumah bagi Armada Kelima Angkatan Laut AS menjadi sasaran rudal.
Serangan turut terdengar di Kuwait, di mana drone dilaporkan menargetkan bandara internasional dan menyebabkan cedera ringan.
Di Irak, sistem pertahanan udara AS menembak jatuh drone di dekat Erbil.
Yordania mengaku menembak dua rudal balistik yang serpihannya jatuh di beberapa lokasi.
Israel pun melaporkan gelombang rudal Iran, dengan tuduhan bahwa Teheran berupaya meneror warga sipil.
Ketegangan kian meningkat setelah kantor berita Tasnim News Agency melaporkan bahwa Selat Hormuz akan ditutup oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran.
Jalur ini dikenal sebagai salah satu rute maritim paling vital di dunia, dengan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas global melintas di sana.
Editor : Lugas Rumpakaadi