Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Israel dan AS Luncurkan Gelombang Serangan, Iran Tutup Wilayah Udara

Lugas Rumpakaadi • Minggu, 1 Maret 2026 | 17:15 WIB

Asap mengepul di Teheran setelah ledakan menyusul serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran, dalam cuplikan video media sosial yang dirilis 28 Februari 2026.
Asap mengepul di Teheran setelah ledakan menyusul serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran, dalam cuplikan video media sosial yang dirilis 28 Februari 2026.

RADARBANYUWANGI.ID - Ledakan besar mengguncang sejumlah kota di Iran sesaat setelah pukul 09.30 waktu Teheran (13.00 WIB).

Kantor berita Fars melaporkan suara dentuman terdengar di Isfahan, Qom, Karaj, Kermanshah, hingga ibu kota Teheran.

Cuplikan video dari Teheran yang telah diverifikasi BBC menunjukkan ledakan terjadi dalam radius sekitar satu kilometer dari kompleks kediaman Ayatollah Ali Khamenei.

Citra satelit memperlihatkan kerusakan signifikan di area tersebut, termasuk bangunan yang menghitam, puing-puing berserakan, serta kepulan asap tebal.

Foto lain memperlihatkan asap membubung di kawasan Jomhouri Square dan Hassan Abad Square.

Kantor Presiden Iran di Teheran juga dilaporkan menjadi sasaran.

Televisi pemerintah menyatakan Presiden Masoud Pezeshkian selamat.

Ia kemudian merilis pernyataan yang mengecam serangan terhadap sekolah di Minab sebagai tindakan brutal.

Seorang pejabat militer Israel menyampaikan bahwa pasukan Israel dan Amerika Serikat melancarkan gelombang awal serangan berskala luas terhadap ratusan target.

Target disebut mencakup tiga pertemuan pejabat senior Iran serta sejumlah tokoh penting pemerintahan.

Instalasi militer di Kermanshah, Qom, Isfahan, Tabriz, Karaj, dan fasilitas Angkatan Laut Iran di Kenarak dilaporkan terdampak.

Wilayah udara Iran pun ditutup sejak serangan terjadi.

Respons publik di Iran terbelah.

Video di media sosial menunjukkan kepanikan warga di sekitar lokasi ledakan.

Namun, sebagian lainnya mengaku lega dan meyakini perubahan politik hanya mungkin terjadi melalui intervensi militer.

Di sisi lain, suara penolakan juga menguat, mengingat risiko korban sipil yang berpotensi menjadi sekadar angka dalam laporan resmi.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#iran #ali khamenei #Teheran