RADARBANYUWANGI.ID - Citra satelit terbaru memperlihatkan kerusakan signifikan pada kompleks kediaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di Teheran setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Gambar “sebelum dan sesudah” menunjukkan bangunan yang menghitam, puing berserakan, serta asap membubung tinggi, menandakan dampak serangan yang luas.
Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim bahwa Khamenei tewas dalam serangan tersebut.
Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari otoritas Iran terkait klaim tersebut.
Trump juga menyerukan kepada warga Iran untuk memanfaatkan momentum serangan besar-besaran ini guna menggulingkan pemerintahan ulama yang berkuasa.
Ia bahkan menawarkan “imunitas” kepada aparat keamanan Iran yang bersedia meletakkan senjata, seraya memperingatkan konsekuensi fatal bagi yang tetap bertempur.
Pernyataan serupa disampaikan Netanyahu yang mengajak berbagai kelompok etnis di Iran untuk bersatu melepaskan diri dari tirani.
Di tengah eskalasi, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto siap memfasilitasi dialog demi memulihkan stabilitas kawasan.
Indonesia menyatakan kesiapan mengirimkan utusan ke Teheran apabila kedua pihak menyetujui mediasi tersebut.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa pihaknya telah mengetahui niat serangan tersebut, tetapi tetap melanjutkan proses diplomasi dengan AS.
Putaran ketiga pembicaraan nuklir tidak langsung antara Iran dan AS yang berlangsung pada 26 Februari di Jenewa tidak menghasilkan terobosan.
Rencana putaran keenam pada Juni 2025 pun batal setelah serangan Israel memicu konflik 12 hari, termasuk serangan AS ke tiga lokasi nuklir utama Iran.
Situasi ini menandai babak baru ketegangan geopolitik Timur Tengah dengan dampak global yang luas.
Editor : Lugas Rumpakaadi