Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Iran Klaim 200 Tentara AS Tewas dan Terluka dalam Serangan Balasan IRGC ke Pangkalan Amerika

Ali Sodiqin • Minggu, 1 Maret 2026 | 15:00 WIB

IRGC mengklaim 200 personel militer AS tewas dan terluka dalam serangan balasan Iran terhadap pangkalan militer AS di Timur Tengah.
IRGC mengklaim 200 personel militer AS tewas dan terluka dalam serangan balasan Iran terhadap pangkalan militer AS di Timur Tengah.

RADARBANYUWANGI.ID - Iran melontarkan klaim besar dalam eskalasi konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan sedikitnya 200 personel militer AS tewas dan terluka akibat serangan balasan Teheran terhadap pangkalan-pangkalan Amerika di Timur Tengah.

Klaim tersebut disampaikan melalui kantor berita Tasnim News Agency pada Sabtu (28/2/2026), yang mengutip pernyataan resmi dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

“Akibat serangan rudal terhadap pangkalan-pangkalan Amerika, setidaknya 200 personel militer AS tewas dan terluka,” demikian pernyataan yang dikutip dari Tasnim News.

Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari Pentagon terkait angka korban yang diklaim Iran tersebut.

IRGC Peringatkan Trump: Iran Siap Perang Panjang

Menanggapi perkembangan terbaru, Jenderal IRGC Ebrahim Jabbari memperingatkan Presiden AS Donald Trump bahwa Iran memiliki kemampuan militer canggih dan siap menghadapi konflik berkepanjangan.

“Pada awal perang, kami akan menyerang semua yang kami miliki dalam persediaan kami,” tegas Jabbari.

Ia bahkan menyebut Iran masih menyimpan senjata dan kemampuan strategis yang belum digunakan.

“Apa yang belum kami tunjukkan sampai sekarang, dan apa yang, seperti yang kami orang Iran katakan, kami ‘simpan dalam air garam’, akan kami ungkapkan dalam beberapa hari mendatang,” imbuhnya.

Pernyataan tersebut mempertegas posisi Teheran bahwa serangan balasan belum mencapai puncaknya.

Daftar Pangkalan AS yang Diklaim Jadi Sasaran

IRGC menyebut serangan balasan menyasar sejumlah fasilitas militer strategis Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Target yang diklaim antara lain:

Serangan ini disebut sebagai respons langsung atas operasi militer Israel yang didukung AS terhadap target militer dan nuklir Iran pada Sabtu dini hari.

Latar Belakang: Operasi Israel Didukung AS

Israel, dengan dukungan Amerika Serikat, sebelumnya meluncurkan apa yang disebut sebagai operasi pencegahan terhadap target militer dan fasilitas nuklir Iran.

Pemerintah Israel mengklaim operasi tersebut bertujuan menetralisir ancaman dari Republik Islam di kawasan.

Presiden Trump kemudian mengonfirmasi Gedung Putih mendukung operasi tersebut, dengan menyebut kegagalan diplomasi nuklir sebagai pemicu utama langkah militer itu.

Konflik ini menjadi kampanye militer besar kedua Israel terhadap Iran dalam waktu kurang dari setahun.

Pada Juni 2025, selama konflik 12 hari, militer Israel bersama pasukan AS melakukan serangan mendadak terhadap fasilitas militer dan nuklir Iran, menewaskan sejumlah komandan senior dan ilmuwan nuklir.

Israel Juga Diserang, 35 Rudal Diluncurkan

Selain menyasar pangkalan AS, laporan media Israel menyebut sekitar 35 rudal diluncurkan ke arah wilayah Israel. Satu orang dilaporkan mengalami luka akibat serangan tersebut.

Serangan simultan ke pangkalan AS dan wilayah Israel menunjukkan strategi Iran untuk memperluas tekanan militer di berbagai front sekaligus.

Dunia Waspada Eskalasi Lebih Besar

Klaim Iran soal 200 korban militer AS menjadi salah satu pernyataan paling signifikan sejak konflik meletus.

Jika angka tersebut terkonfirmasi, dampaknya bisa memperbesar skala konfrontasi langsung antara Washington dan Teheran.

Hingga kini, situasi di kawasan Timur Tengah masih sangat dinamis. Serangan dan balasan terus berlangsung, sementara komunitas internasional menyerukan deeskalasi.

Namun dengan pernyataan tegas IRGC yang menyebut masih menyimpan “senjata dalam air garam”, konflik ini berpotensi memasuki fase yang lebih berbahaya dalam beberapa hari ke depan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#tentara as tewas #Serangan balasan iran #iran serang as #krisis nuklir #perang iran dan amerika #pangkalan AS di Timur Tengah #perang Iran dengan Israel #irgc