Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Gelombang Serangan Balasan Ketiga dan Keempat Iran Hantam Pangkalan Israel, 1 Tewas di Tel Aviv

Ali Sodiqin • Minggu, 1 Maret 2026 | 13:00 WIB

Salah satu rudal Iran yang menhujam Tel Aviv, Israel.
Salah satu rudal Iran yang menhujam Tel Aviv, Israel.

RADARBANYUWANGI.ID - Iran mengumumkan gelombang serangan balasan ketiga dan keempat terhadap target-target Amerika Serikat dan Israel.

Operasi militer tersebut diklaim menyasar pangkalan angkatan laut, pangkalan udara, hingga kawasan industri militer di Israel.

Melansir Al Jazeera, Minggu (1/3/2026), aparat hubungan masyarakat Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan bahwa serangan “balasan” masih terus berlangsung.

Dalam pernyataan resmi yang dimuat kantor berita Islamic Republic News Agency (IRNA), IRGC merinci sejumlah target strategis yang disasar dalam dua gelombang terbaru tersebut.

Pangkalan Laut Haifa hingga Ramat David Jadi Sasaran

Beberapa target utama yang disebut antara lain Pangkalan Angkatan Laut Israel di pelabuhan Haifa, lokasi berlabuh kapal-kapal perang Israel.

Selain itu, Iran juga mengklaim menyerang Pangkalan Udara Ramat David, salah satu fasilitas militer penting Israel di wilayah utara.

Tak hanya itu, IRGC menyebut “Kementerian Perang rezim di wilayah Hakriyat”, permukiman industri militer Beit HaShamash, serta pusat industri militer Shtud sebagai target utama selama gelombang ketiga dan keempat.

“Kementerian Perang rezim di wilayah Hakriyat, pemukiman industri militer Beit HaShamash, dan pusat industri militer Shtud termasuk di antara target utama selama gelombang ketiga dan keempat,” demikian pernyataan IRGC.

Serangan ini disebut sebagai bagian dari respons Iran atas operasi militer sebelumnya yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke sejumlah wilayah Iran.

Ledakan Keras di Israel Tengah

Di sisi lain, media Israel melaporkan dampak langsung dari serangan tersebut. Saluran berita Channel 12 mengabarkan terdengar suara ledakan keras di wilayah Israel tengah setelah rudal-rudal Iran diluncurkan.

Surat kabar lokal Israel Hayom melaporkan satu rudal jatuh di Tel Aviv, memicu kepanikan warga dan sirene peringatan serangan udara.

Laporan media Israel menyebut satu orang tewas akibat serangan tersebut di Tel Aviv. Selain korban meninggal, sedikitnya 20 orang lainnya mengalami luka-luka. Satu korban dilaporkan dalam kondisi kritis.

Guncangan di Gush Dan, Bangunan Rusak

Dampak serangan juga terasa di kawasan metropolitan terbesar Tel Aviv, Gush Dan. Beberapa laporan menyebutkan sejumlah orang terluka akibat tabrakan dan guncangan keras di area tersebut.

Seorang pria dilaporkan mengalami luka serius, sementara tujuh orang lainnya mengalami cedera setelah beberapa titik terdampak di kawasan Gush Dan.

Selain korban jiwa dan luka-luka, sejumlah bangunan dan kendaraan dilaporkan mengalami kerusakan akibat serpihan dan gelombang kejut ledakan.

Ancaman Eskalasi Makin Nyata

Gelombang serangan ketiga dan keempat ini menandai eskalasi signifikan dalam konflik terbuka antara Iran dan Israel, yang juga melibatkan Amerika Serikat.

Serangan langsung terhadap fasilitas militer dan wilayah perkotaan meningkatkan risiko konflik regional yang lebih luas.

Belum ada pernyataan resmi lanjutan dari otoritas Israel terkait skala kerusakan fasilitas militer yang disebut-sebut menjadi target Iran.

Namun, situasi keamanan di berbagai kota utama Israel dilaporkan dalam status siaga tinggi.

Komunitas internasional kini memantau ketat perkembangan terbaru ini, mengingat potensi meluasnya konflik ke negara-negara lain di kawasan Timur Tengah.

Dengan korban jiwa mulai berjatuhan di kedua belah pihak, tekanan terhadap jalur diplomasi semakin besar.

Dunia menanti apakah gelombang serangan ini akan menjadi puncak eskalasi atau justru membuka babak baru konfrontasi yang lebih luas. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Serangan balasan iran #israel serang iran #konflik timur tengah #as serang iran #krisis nuklir #perang teluk