Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Serangan AS ke Kota Lamerd Iran Tewaskan 18 Warga, Mayoritas Anak-anak

Ali Sodiqin • Minggu, 1 Maret 2026 | 12:00 WIB

Serangan AS-Israel ke Iran membuat puluhan warga sipil meninggal dunia.
Serangan AS-Israel ke Iran membuat puluhan warga sipil meninggal dunia.

RADARBANYUWANGI.ID - Serangan militer Amerika Serikat (AS) ke wilayah selatan Iran kembali menelan korban jiwa.

Kota Lamerd menjadi salah satu target terbaru dalam eskalasi konflik yang memanas antara Washington dan Teheran. Sedikitnya 18 warga dilaporkan tewas, sebagian besar merupakan anak-anak.

Informasi tersebut dilaporkan kantor berita resmi Iran, Islamic Republic News Agency (IRNA), Minggu (1/3/2026).

Gubernur Lamerd, Ali Alizadeh, menyatakan serangan terjadi pada Sabtu (28/2/2026) siang waktu setempat. Beberapa titik sipil disebut menjadi sasaran rudal.

“Serangan tersebut menghantam kompleks olahraga, aula yang berdekatan dengan sekolah, dan dua lokasi perumahan lainnya,” ujar Alizadeh.

Ia menambahkan jumlah korban jiwa kemungkinan masih akan bertambah mengingat proses evakuasi dan pencarian korban masih berlangsung hingga Minggu pagi.

18 Tewas, Sekitar 100 Orang Terluka

Pejabat kesehatan tertinggi di Lamerd, Fatemeh Amini, mengonfirmasi bahwa hingga Sabtu malam, 18 orang dinyatakan meninggal dunia.

“Sebagian besar korban tewas adalah anak-anak,” ungkap Amini.

Selain korban meninggal, sekitar 100 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan bervariasi.

Rumah sakit di Lamerd dan wilayah sekitarnya kini dalam status siaga penuh untuk menangani lonjakan pasien.

Amini menyebut seluruh tenaga kesehatan di kota tersebut dikerahkan untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal. “Staf kesehatan di seluruh kota dalam keadaan siaga penuh,” tegasnya.

Serangan yang menyasar area dekat sekolah dan fasilitas olahraga itu memicu kecaman keras dari berbagai kalangan di Iran.

Banyak pihak menilai serangan tersebut telah melanggar prinsip perlindungan warga sipil dalam hukum humaniter internasional.

Eskalasi Konflik AS-Iran Kian Meluas

Serangan ke Lamerd terjadi di tengah rangkaian serangan rudal yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat ke sejumlah titik di Iran sejak Sabtu.

Target yang diklaim sebagai fasilitas militer disebut tersebar di berbagai wilayah.

Iran sebelumnya juga membalas dengan meluncurkan rudal ke wilayah Israel. Selain itu, Teheran dilaporkan menembakkan rudal ke sejumlah negara Arab yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS, seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Kuwait.

Serangan balasan tersebut meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik ke tingkat regional yang lebih besar.

Trump Umumkan Kematian Khamenei

Di tengah situasi yang memanas, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Pernyataan itu disampaikan Trump melalui jaringan media sosial miliknya, Social Truth, sebagaimana dilaporkan kantor berita Agence France-Presse (AFP), Minggu (1/3/2026).

“Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati,” tulis Trump.

Pernyataan tersebut semakin memperkeruh situasi dan memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk sekutu Iran.

Kekhawatiran Krisis Kemanusiaan

Serangan ke Lamerd yang menewaskan anak-anak dan menyasar fasilitas sipil memperkuat kekhawatiran akan terjadinya krisis kemanusiaan.

Jika eskalasi terus berlanjut, bukan tidak mungkin jumlah korban sipil akan terus meningkat.

Sejumlah pengamat internasional menilai konflik terbuka antara AS dan Iran berpotensi mengganggu stabilitas Timur Tengah secara keseluruhan, termasuk jalur perdagangan energi global.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi lanjutan dari Pentagon terkait detail operasi di Lamerd.

Sementara itu, proses evakuasi korban dan investigasi dampak kerusakan masih berlangsung di lokasi serangan.

Konflik yang kian meluas ini menjadi sorotan dunia, terutama terkait keselamatan warga sipil yang kembali menjadi korban dalam pusaran geopolitik global. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Iran diserang Amerika Israel #konflik timur tengah #krisis nuklir #korban sipil #Serangan AS Israel ke Iran #perang teluk