RADARBANYUWANGI.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang diluncurkan menjelang fajar.
Menurut pernyataan Trump, Khamenei yang memimpin Iran sejak 1989 itu tewas dalam gelombang serangan udara yang menargetkan kompleks kediamannya di Teheran. Ia menyebut operasi tersebut sebagai bagian dari misi militer bertajuk “Epic Fury” yang menyasar sejumlah fasilitas strategis.
Operasi itu dilaporkan menargetkan 24 provinsi di Iran, termasuk fasilitas komando Korps Garda Revolusi, sistem pertahanan udara, serta basis peluncuran rudal dan drone. Pejabat militer Israel menyatakan persiapan serangan telah dilakukan selama berbulan-bulan dengan menyusun daftar target ketika para pejabat senior Iran berkumpul.
Disebutkan pula, tiga pertemuan terpisah pejabat tinggi Iran diserang secara bersamaan pada Sabtu pagi. Laporan Palang Merah Iran menyebutkan sedikitnya 201 orang tewas dalam rangkaian serangan tersebut.
Pasukan Pertahanan Israel mengklaim hampir seluruh jajaran kepemimpinan militer Iran, termasuk kepala Dewan Keamanan, menteri pertahanan, dan pejabat intelijen senior, turut menjadi korban.
Namun demikian, pemerintah Iran belum mengonfirmasi kabar wafatnya Khamenei. Kantor berita Fars News menolak klaim Trump dan menyebutnya sebagai pernyataan tanpa dasar, tanpa memberikan rincian tambahan.
Dalam unggahan di media sosial Truth Social, Trump menyatakan kematian Khamenei merupakan bentuk keadilan bagi rakyat Iran, warga Amerika Serikat, dan sejumlah negara lain.
Ia juga menyampaikan pesan video yang ditujukan kepada masyarakat Iran agar berlindung selama serangan berlangsung, serta menyerukan perubahan pemerintahan setelah operasi berakhir.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan keprihatinan atas serangan tersebut. Ia menilai langkah militer berisiko memicu eskalasi yang sulit dikendalikan di kawasan Timur Tengah.
Kabar mengenai kematian Khamenei menimbulkan ketidakpastian terkait arah kepemimpinan di Teheran dan stabilitas regional. Hingga kini, situasi di Iran masih berkembang dan menunggu konfirmasi resmi dari otoritas setempat.
Editor : Ali Sodiqin