RADARBANYUWANGI.ID - Presiden AS Donald Trump dikabarkan telah menerima pengarahan mengenai berbagai opsi militer terhadap Iran.
Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh ABC News, yang mengutip sumber internal Gedung Putih.
Pengarahan tersebut disampaikan oleh Laksamana Madya Brad Cooper, Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM), dan turut dihadiri Jenderal Dan Caine selaku Ketua Kepala Staf Gabungan.
Langkah ini berlangsung di tengah putaran ketiga perundingan tidak langsung antara delegasi Washington dan Teheran di Jenewa, Swiss.
Agenda utama pertemuan tersebut mencakup isu program nuklir dan pengembangan rudal balistik Iran.
Seusai perundingan, Menteri Luar Negeri Oman, Badr al-Busaidi, yang bertindak sebagai mediator, menyebut terdapat kemajuan dalam negosiasi.
Sementara itu, Menlu Iran Abbas Araghchi menegaskan kedua pihak menunjukkan keseriusan.
Ia menyatakan bahwa mereka semakin dekat menuju kesepakatan pada isu-isu tertentu.
Perundingan teknis lanjutan dijadwalkan berlangsung di Wina, Austria pekan depan.
Di sisi lain, dinamika politik domestik AS turut memengaruhi situasi.
Sejumlah politisi Partai Republik dan pejabat pemerintahan disebut-sebut mendorong agar Israel memimpin serangan terhadap Iran.
Namun hingga kini, belum ada kejelasan apakah Trump menyetujui opsi tersebut.
“Media bisa terus berspekulasi tentang apa yang dipikirkan presiden sesuka mereka, tetapi hanya Presiden Trump yang tahu apa yang mungkin atau tidak mungkin ia lakukan,” ujar Wakil Juru Bicara Gedung Putih Anna Kelly menanggapi spekulasi yang berkembang.
Pernyataan ini menegaskan bahwa arah kebijakan AS masih terbuka, di tengah kombinasi tekanan diplomatik dan opsi militer yang terus dipertimbangkan.
Editor : Lugas Rumpakaadi