Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Seperempat Warga Tak Puas MBG, Apa Dampaknya ke Presiden Prabowo?

Lugas Rumpakaadi • Senin, 9 Februari 2026 | 14:15 WIB
Menu MBG yang didistribusikan oleh SPPG Ketapang Marau Riam Batu Gading, Rabu (4/2/2026).
Menu MBG yang didistribusikan oleh SPPG Ketapang Marau Riam Batu Gading, Rabu (4/2/2026).

RADARBANYUWANGI.ID - Hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan publik yang tinggi terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Program ini dinilai sebagai salah satu kebijakan strategis dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Survei tersebut dilakukan pada 15–21 Januari 2026 terhadap 1.220 responden warga negara Indonesia melalui wawancara tatap muka.

Dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,9 persen, hasilnya menunjukkan bahwa 72,8 persen responden merasa puas terhadap pelaksanaan program MBG.

Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menjelaskan bahwa tingkat kepuasan ini terdiri atas 12,2 persen responden yang merasa “sangat puas” dan 60,6 persen yang menyatakan “cukup puas”.

Sementara itu, 19,9 persen responden merasa “kurang puas” dan 4,5 persen menyatakan “tidak puas sama sekali”.

“Yang cukup puas ini sangat mungkin berubah sesuai dengan kondisi tergantung kemampuan BGN (Badan Gizi Nasional),” ujar Burhanuddin dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip Antara, Senin (9/2/2026).

“Jadi yang tidak puas per Januari 2026 itu kurang lebih seperempat,” tambahnya.

Burhanuddin menilai, tingkat kepuasan terhadap program MBG memiliki implikasi langsung terhadap persepsi publik terhadap kinerja Presiden Prabowo.

Menariknya, survei juga menemukan adanya responden yang tidak puas terhadap MBG, namun tetap puas terhadap kinerja presiden.

Namun demikian, sekitar seperempat responden yang tidak puas terhadap MBG cenderung juga menilai kinerja Presiden Prabowo secara negatif.

Karena itu, Burhanuddin menekankan pentingnya perbaikan berkelanjutan.

“BGN harus memperbaiki kualitas program MBG maupun meminimalisir kasus-kasus negatif, seperti keracunan,” tegasnya.

Ia menutup dengan peringatan bahwa peningkatan ketidakpuasan publik terhadap MBG berpotensi memengaruhi penilaian publik terhadap kepemimpinan nasional ke depan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#prabowo #Mbg