Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Hindari Buah dan Hewan, Ini Imbauan Jepang soal Virus Nipah di India

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 29 Januari 2026 | 02:15 WIB
Jepang peringatkan warganya di India soal risiko virus Nipah.
Jepang peringatkan warganya di India soal risiko virus Nipah.

RADARBANYUWANGI.ID - Kementerian Luar Negeri Jepang mengeluarkan peringatan resmi terkait risiko infeksi virus Nipah bagi warga negaranya yang berada di India.

Peringatan ini disampaikan pada Selasa (27/1/2026) setelah ditemukannya kasus terkonfirmasi virus Nipah di wilayah Kolkata, Negara Bagian Benggala Barat.

Dalam pernyataan resminya, Kemlu Jepang mengimbau warga negara Jepang yang saat ini berada di India maupun yang berencana melakukan perjalanan ke negara tersebut agar meningkatkan kewaspadaan serta menerapkan langkah pencegahan guna menghindari penularan virus.

Imbauan Pencegahan dari Kemlu Jepang

Kemlu Jepang secara khusus menekankan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Warga diminta untuk rutin mencuci tangan dengan sabun, menghindari kontak yang tidak perlu dengan hewan, serta lebih berhati-hati dalam memilih dan mengolah makanan maupun minuman.

Salah satu perhatian utama adalah potensi kontaminasi makanan oleh kelelawar.

Kemlu Jepang menyarankan agar tidak mengonsumsi makanan atau minuman yang diduga telah terpapar air liur atau kotoran kelelawar, yang diketahui sebagai pembawa utama virus Nipah.

Selain itu, warga Jepang juga diingatkan untuk segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala seperti demam, sakit kepala, mual, pusing, hingga perubahan tingkat kesadaran.

Situasi Wabah Nipah di India

Laporan media internasional menyebutkan bahwa otoritas India saat ini tengah berupaya menekan penyebaran wabah virus Nipah.

Hingga pekan lalu, tercatat lima orang terinfeksi, sementara sekitar 100 orang lainnya telah ditempatkan dalam karantina sebagai langkah pencegahan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan virus Nipah sebagai salah satu virus paling berbahaya di dunia.

Hingga kini, belum tersedia pengobatan khusus maupun vaksin untuk menangani infeksi virus tersebut, sehingga pencegahan menjadi langkah utama yang dapat dilakukan.

Cara Penularan Virus Nipah

Virus Nipah terutama menyebar melalui kelelawar dan rubah terbang.

Penularan ke manusia umumnya terjadi melalui konsumsi buah atau makanan yang terkontaminasi air liur hewan yang terinfeksi.

Selain itu, hewan peliharaan juga berpotensi menjadi perantara penularan virus kepada manusia.

India sendiri memiliki riwayat wabah virus Nipah. Otoritas setempat sebelumnya melaporkan empat kejadian wabah, masing-masing terjadi di Benggala Barat pada tahun 2001 dan 2007, serta di Negara Bagian Kerala pada 2018 dan 2019.

Dengan kembali munculnya kasus di Benggala Barat, otoritas kesehatan internasional dan negara-negara lain terus memantau perkembangan situasi serta mengingatkan masyarakat global akan pentingnya kewaspadaan terhadap virus zoonosis berbahaya ini.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#jepang #virus nipah #india