Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Virus Nipah Muncul Lagi di India, WHO Sudah Wanti-wanti Ancaman Pandemi

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 28 Januari 2026 | 14:15 WIB
Kasus virus Nipah kembali muncul di India.
Kasus virus Nipah kembali muncul di India.

RADARBANYUWANGI.ID - Sedikitnya lima orang di negara bagian Benggala Barat, India, dilaporkan positif terinfeksi virus Nipah, sebuah penyakit zoonosis langka namun sangat mematikan.

Otoritas kesehatan setempat menyatakan tingkat kematian akibat virus ini dapat mencapai lebih dari dua pertiga dari total kasus, sehingga menimbulkan kekhawatiran serius akan potensi penyebaran yang lebih luas.

Laporan menyebutkan hampir 100 orang yang diketahui pernah melakukan kontak erat dengan pasien terinfeksi kini menjalani karantina dan pemantauan ketat.

Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan agar virus tidak menyebar ke masyarakat umum.

Penularan Terjadi di Lingkungan Rumah Sakit

Menurut laporan Outbreak News Today yang dikelola oleh mikrobiolog asal Florida, Amerika Serikat, Robert Herriman, sejumlah tenaga kesehatan turut terinfeksi dalam kejadian ini.

Mereka termasuk seorang dokter, perawat, serta petugas medis lainnya.

Seluruh kasus baru tersebut diketahui memiliki keterkaitan dengan satu rumah sakit swasta yang sama di Barasat, wilayah dekat Kolkata.

Dua perawat di rumah sakit tersebut dilaporkan menjadi kasus positif pertama pada awal bulan ini, sebelum akhirnya infeksi menyebar ke tenaga kesehatan lain.

Seorang pejabat kesehatan Benggala Barat yang dikutip oleh The Telegraph menyatakan sumber infeksi paling mungkin berasal dari seorang pasien yang sebelumnya dirawat di rumah sakit tersebut.

Pasien ini kini diperlakukan sebagai “kasus indeks yang diduga”, sementara penyelidikan epidemiologis masih terus dilakukan untuk memastikan jalur penularan.

Virus Nipah dan Ancaman Pandemi Global

Virus Nipah berasal dari keluarga Paramyxoviridae, kelompok virus yang sama dengan penyebab campak, yang dikenal memiliki tingkat penularan tinggi.

Meskipun wabahnya relatif jarang, dampak yang ditimbulkan sering kali sangat fatal.

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) telah memasukkan virus Nipah ke dalam daftar patogen dengan potensi pandemi.

Penilaian serupa juga disampaikan oleh UK Health Security Agency (UKHSA), yang pada tahun lalu mencantumkan Nipah dalam daftar 24 penyakit paling berisiko terhadap kesehatan masyarakat global di masa depan.

Sejumlah ilmuwan menilai ancaman ini tidak dapat dianggap remeh.

Dr. Rebecca Dutch, pakar virologi dari University of Kentucky, menyatakan bahwa wabah virus Nipah cenderung terjadi secara berkala dan kemungkinan akan terus berulang di masa mendatang.

Ia menegaskan bahwa virus Nipah merupakan salah satu kandidat terkuat penyebab pandemi baru karena tingkat kematiannya yang tinggi serta minimnya pilihan pengobatan spesifik.

Sejarah Wabah Nipah di India dan Negara Lain

Virus Nipah pertama kali terdeteksi pada tahun 2001, dan sejak itu India telah mengalami beberapa kali wabah.

Wabah paling mematikan tercatat terjadi di Benggala Barat, ketika 45 dari 66 pasien yang terinfeksi dilaporkan meninggal dunia.

Selain India, kasus virus Nipah juga pernah muncul di Bangladesh, Malaysia, Filipina, dan Singapura.

Pola penyebaran ini menunjukkan bahwa virus tersebut memiliki kemampuan lintas batas, terutama di wilayah dengan interaksi erat antara manusia dan satwa liar.

Faktor Lingkungan dan Cara Penularan

Para ahli menilai peningkatan kasus virus Nipah berkaitan erat dengan perubahan lingkungan, khususnya hilangnya habitat alami satwa.

Kondisi ini memaksa hewan pembawa virus, seperti kelelawar buah, hidup lebih dekat dengan permukiman manusia.

Penularan virus Nipah dapat terjadi melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi urin atau air liur hewan terinfeksi.

Selain itu, virus juga dapat menyebar melalui kontak erat dengan pasien, terutama di lingkungan rumah sakit, meskipun jalur ini relatif lebih jarang dibandingkan penularan dari hewan ke manusia.

Gejala dan Tingkat Keparahan

Infeksi virus Nipah memiliki spektrum gejala yang luas.

Sebagian penderita tidak menunjukkan gejala sama sekali, namun sebagian lainnya dapat mengalami demam tinggi, gangguan pernapasan, hingga radang otak (ensefalitis) yang berujung pada kematian.

Hingga saat ini, belum tersedia vaksin atau obat khusus untuk virus Nipah.

Penanganan medis difokuskan pada perawatan suportif dan pencegahan penularan lebih lanjut.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#who #virus nipah #pandemi #india