Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Emas Rp7.000 Triliun Terancam, Jerman Pertimbangkan Tarik Cadangan dari AS

Lugas Rumpakaadi • Senin, 26 Januari 2026 | 13:06 WIB
Desakan pemulangan emas Jerman dari AS menguat.
Desakan pemulangan emas Jerman dari AS menguat.

RADARBANYUWANGI.ID - Isu pemulangan cadangan emas Jerman dari Amerika Serikat kembali mengemuka dan memicu perdebatan luas di kalangan ekonom, politisi, serta pemangku kebijakan. Perubahan dinamika hubungan transatlantik dan ketidakpastian arah kebijakan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump menjadi faktor utama yang mendorong wacana ini semakin kuat.

Jerman saat ini memiliki cadangan emas nasional terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Total nilainya hampir mencapai €450 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.236 ton emas senilai kurang lebih €164 miliar disimpan di brankas Federal Reserve Bank di New York. Selain itu, lebih dari separuh cadangan emas Jerman berada di Frankfurt am Main, sementara sekitar 12% disimpan di Bank of England, London.

Kekhawatiran terhadap Risiko Geopolitik

Emanuel Mönch, ekonom terkemuka dan mantan kepala riset Bundesbank, secara terbuka menyerukan agar emas Jerman yang disimpan di Amerika Serikat segera dipulangkan. Menurutnya, kondisi geopolitik global saat ini membuat penyimpanan emas di luar negeri, khususnya di AS, menjadi semakin berisiko.

Ia menilai bahwa demi kepentingan kemandirian strategis, Bundesbank perlu mempertimbangkan langkah repatriasi. Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas di Eropa terkait ketergantungan berlebihan pada Amerika Serikat, terutama dalam konteks kebijakan luar negeri dan ekonomi yang kian sulit diprediksi.

Pandangan serupa disampaikan oleh Michael Jäger, Ketua Asosiasi Wajib Pajak Eropa dan Jerman. Ia menilai bahwa sikap politik AS yang agresif, termasuk wacana penguasaan wilayah Greenland, seharusnya menjadi alarm serius bagi Berlin. Menurutnya, ada risiko nyata bahwa akses Jerman terhadap emasnya sendiri bisa terganggu di masa depan.

Dari Wacana Pinggiran ke Arus Utama

Sebelumnya, isu pemulangan emas Jerman lebih sering diangkat oleh partai sayap kanan Alternative für Deutschland (AfD) dengan alasan nasionalisme. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, diskursus ini mulai merambah ke arus utama politik Jerman.

Katharina Beck, juru bicara kebijakan keuangan dari Partai Hijau, menilai bahwa emas merupakan jangkar penting stabilitas dan kepercayaan negara. Ia menegaskan bahwa cadangan emas tidak seharusnya menjadi alat tawar-menawar dalam konflik geopolitik global.

Di sisi lain, sejumlah anggota Partai Demokrat Kristen (CDU) juga mulai menyuarakan dukungan terhadap relokasi emas, seiring meningkatnya keraguan terhadap keandalan Amerika Serikat sebagai mitra strategis.

Peringatan agar Tidak Bertindak Terburu-buru

Meski demikian, tidak semua pihak sepakat dengan gagasan repatriasi. Clemens Fuest, Presiden Institute for Economic Research (Ifo), memperingatkan bahwa langkah tersebut justru dapat memperkeruh situasi dan menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan. Menurutnya, pemindahan emas dalam konteks politik saat ini bisa ditafsirkan sebagai sinyal ketidakpercayaan yang berlebihan.

Pemerintah Jerman melalui juru bicara koalisi Friedrich Merz juga menegaskan bahwa hingga kini penarikan cadangan emas dari AS belum menjadi agenda resmi. Bundesbank sendiri secara konsisten menyatakan bahwa emas yang disimpan di luar negeri diaudit secara rutin dan berada dalam kondisi aman.

Pada pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington DC tahun lalu, Presiden Bundesbank Joachim Nagel menegaskan tidak ada alasan untuk mengkhawatirkan keamanan emas Jerman di Federal Reserve.

Diversifikasi sebagai Kunci Stabilitas

Frauke Heiligenstadt dari Partai Sosial Demokrat menekankan bahwa cadangan emas Jerman telah terdiversifikasi dengan baik. Dengan lebih dari setengah emas berada di Frankfurt, kemampuan Jerman untuk bertindak secara mandiri tetap terjamin. Ia juga menilai bahwa penyimpanan emas di New York masih relevan mengingat eratnya hubungan keuangan antara Jerman, Eropa, dan Amerika Serikat.

Namun demikian, meningkatnya retorika keras dari Washington terhadap mitra-mitra Barat membuat perdebatan ini diperkirakan akan terus berlanjut. Bagi Jerman, keputusan terkait cadangan emas bukan sekadar persoalan teknis, melainkan juga simbol kepercayaan, kedaulatan, dan arah kebijakan strategis di masa depan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#emas #as #geopolitik #jerman #amerika serikat