RADARBANYUWANGI.ID - Komisi Penyelidikan Kecelakaan Kereta Spanyol (Comisión de Investigación de Accidentes Ferroviarios/CIAF) merilis temuan awal terkait kecelakaan kereta tragis di Spanyol selatan yang menewaskan 45 orang.
Insiden tersebut terjadi pada Minggu, 18 Januari, di dekat Kota Adamuz, Provinsi Cordoba.
Berdasarkan laporan awal yang diumumkan pada Jumat, 23 Januari 2026, kecelakaan diduga dipicu oleh rel kereta yang telah mengalami retakan sebelum dilintasi kereta cepat IRYO yang melaju dari Malaga menuju Madrid.
Kerusakan rel tersebut diyakini menyebabkan kereta keluar dari jalurnya.
CIAF menjelaskan bahwa kereta IRYO tergelincir setelah melewati bagian rel yang retak.
Setelah keluar dari rel, gerbong belakang kereta IRYO terlepas dan kemudian ditabrak dengan kecepatan tinggi oleh kereta RENFE yang melaju dari Madrid menuju Huelva di jalur bersebelahan.
“Berdasarkan informasi yang tersedia saat ini, dapat diasumsikan bahwa retakan rel terjadi sebelum kereta IRYO yang terlibat dalam kecelakaan melintas dan sebelum kereta tersebut keluar dari rel,” demikian pernyataan resmi CIAF.
Sebagian besar korban jiwa merupakan penumpang kereta RENFE.
Banyak di antara mereka diketahui sebagai warga Kota Huelva.
Selain 45 korban meninggal dunia, kecelakaan ini juga menyebabkan sedikitnya 123 orang mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang beragam.
Tim penyelidik menemukan adanya lekukan berukuran seragam pada tapak roda kanan kereta IRYO.
Temuan tersebut dinilai konsisten dengan kondisi roda yang menghantam bagian atas rel yang telah patah.
Sejumlah penumpang juga melaporkan adanya getaran kuat beberapa saat sebelum kereta mengalami tergelincir.
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, menyampaikan komitmen pemerintah untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan transparan.
Ia menegaskan bahwa pemerintah akan memastikan pertanggungjawaban penuh atas tragedi ini, sekaligus memprioritaskan penanganan korban luka dan pendampingan bagi keluarga korban.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, pemerintah Spanyol dijadwalkan menggelar upacara pemakaman kenegaraan bagi para korban di Huelva pada 31 Januari mendatang.
Editor : Lugas Rumpakaadi