RADARBANYUWANGI.ID - Kesehatan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud kembali menjadi perhatian publik internasional setelah Istana Kerajaan mengumumkan bahwa sang raja sempat menjalani perawatan di rumah sakit untuk menjalani serangkaian tes medis di ibu kota Riyadh.
Dalam pernyataan resmi yang dikutip media pemerintah Arab Saudi, Istana Kerajaan menyebut Raja Salman, yang kini berusia 90 tahun, dirawat di Rumah Sakit Spesialis Raja Faisal pada Jumat (17/1/2026) waktu setempat.
Meski demikian, hasil pemeriksaan medis tersebut dinyatakan tidak mengkhawatirkan.
“Penjaga Dua Masjid Suci meninggalkan Rumah Sakit Spesialis Raja Faisal di Riyadh hari ini (Jumat) setelah menjalani tes medis yang hasilnya meyakinkan,” demikian pernyataan Istana Kerajaan yang disampaikan kepada publik, Senin (19/1/2026).
Pengumuman ini kembali memicu perhatian luas terhadap kondisi kesehatan Raja Salman.
Pasalnya, isu kesehatan sang raja selama ini jarang diungkap secara rinci ke publik, meskipun Arab Saudi memegang peran strategis dalam perekonomian global sebagai pengekspor minyak mentah terbesar di dunia.
Stabilitas kepemimpinan kerajaan pun kerap menjadi sorotan internasional.
Pernah Alami Infeksi Paru-paru
Dalam beberapa tahun terakhir, Istana Kerajaan mulai lebih terbuka menyampaikan kondisi kesehatan Raja Salman.
Pada 2024 lalu, Istana Kerajaan mengonfirmasi bahwa Raja Salman sempat menderita infeksi paru-paru dan menjalani perawatan medis intensif.
Setelah menjalani pengobatan, sang raja dinyatakan pulih dan kembali beraktivitas secara terbatas.
Infeksi paru-paru tersebut menjadi salah satu penyakit paling serius yang pernah diumumkan secara resmi ke publik, mengingat usia Raja Salman yang sudah lanjut.
Meski demikian, pihak kerajaan kala itu menegaskan kondisi Raja Salman stabil dan berada dalam pengawasan medis ketat.
Kolonoskopi dan Pemeriksaan Lanjutan
Selain infeksi paru-paru, Raja Salman juga pernah menjalani perawatan medis cukup lama pada Mei 2022.
Saat itu, ia dirawat di rumah sakit selama lebih dari sepekan untuk menjalani prosedur kolonoskopi serta pemeriksaan lanjutan.
Istana Kerajaan menyebut perawatan tersebut disertai dengan masa istirahat untuk pemulihan.
Tak lama berselang, pada Maret 2022, media pemerintah Saudi melaporkan Raja Salman menjalani serangkaian “tes medis yang berhasil”.
Dalam kesempatan itu pula, ia menjalani prosedur penggantian baterai alat pacu jantung yang telah terpasang sebelumnya.
Gunakan Alat Pacu Jantung
Penggunaan alat pacu jantung menjadi salah satu aspek penting dalam riwayat kesehatan Raja Salman.
Prosedur penggantian baterai pacu jantung pada 2022 menegaskan bahwa Raja Salman memiliki riwayat gangguan jantung yang memerlukan alat bantu medis permanen.
Meski demikian, Istana Kerajaan menegaskan bahwa prosedur tersebut berjalan lancar dan Raja Salman dapat kembali menjalankan tugas kenegaraan secara terbatas setelah masa pemulihan.
Pernah Jalani Operasi Kantung Empedu
Sebelumnya, pada 2020, Raja Salman juga sempat menjalani operasi pengangkatan kantung empedu.
Operasi tersebut dilakukan setelah pemeriksaan medis menunjukkan adanya gangguan pada kantung empedu yang memerlukan tindakan bedah.
Operasi itu disebut berjalan sukses, dan Raja Salman kembali menjalani aktivitas kenegaraan setelah menjalani masa pemulihan sesuai rekomendasi dokter.
Peran Putra Mahkota Makin Dominan
Raja Salman telah memerintah Arab Saudi sejak 2015. Namun, sejak 2017, putranya Mohammed bin Salman (MBS) ditunjuk sebagai Putra Mahkota dan secara luas dipandang sebagai pemimpin de facto kerajaan.
MBS memegang peran sentral dalam pengambilan kebijakan strategis, baik di dalam negeri maupun di panggung internasional.
Meski peran MBS semakin dominan, kondisi kesehatan Raja Salman tetap menjadi perhatian dunia.
Setiap kabar mengenai perawatan medis sang raja kerap memicu spekulasi mengenai stabilitas politik dan arah kepemimpinan Arab Saudi ke depan.
Dengan pengumuman terbaru ini, Istana Kerajaan kembali menegaskan bahwa kondisi Raja Salman dalam keadaan baik dan hasil pemeriksaan medis tidak menunjukkan hal yang mengkhawatirkan.
Namun, mengingat usia lanjut dan riwayat penyakit yang pernah dialami, kesehatan Raja Salman dipastikan akan terus berada di bawah pengawasan ketat tim medis kerajaan. (*)
Editor : Ali Sodiqin