Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tabrakan Kereta Berkecepatan Tinggi di Spanyol, Korban Tewas Terus Bertambah

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 21 Januari 2026 | 13:08 WIB
Kecelakaan kereta cepat di Cordoba, Spanyol menewaskan 21 orang.
Kecelakaan kereta cepat di Cordoba, Spanyol menewaskan 21 orang.

RADARBANYUWANGI.ID - Tragedi kecelakaan kereta api kembali mengguncang Spanyol.

Jumlah korban tewas akibat kecelakaan kereta api berkecepatan tinggi di wilayah otonom Andalusia, Spanyol bagian selatan, dilaporkan meningkat menjadi 42 orang.

Informasi tersebut disampaikan sejumlah media setempat dan dikonfirmasi oleh stasiun televisi nasional RTVE pada Selasa (20/1/2026).

Kecelakaan maut ini terjadi pada Minggu (18/1/2026) malam di Provinsi Cordoba, tepatnya di dekat wilayah Adamuz.

Insiden bermula ketika sebuah kereta api yang berangkat dari Malaga menuju Madrid mengalami tergelincir dan keluar dari jalur rel.

Rangkaian kereta tersebut kemudian menutupi jalur rel di sebelahnya, sehingga menyebabkan tabrakan hebat dengan kereta lain yang datang dari arah berlawanan menuju Huelva.

Kronologi Kecelakaan Kereta di Cordoba

Menurut laporan awal, kereta berkecepatan tinggi tersebut kehilangan kendali sebelum akhirnya keluar dari rel.

Posisi kereta yang melintang di jalur rel lain membuat tabrakan tidak terhindarkan.

Dampak benturan menyebabkan kerusakan parah pada kedua rangkaian kereta dan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.

Selain korban meninggal dunia, puluhan penumpang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang bervariasi.

Para korban luka saat ini masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di wilayah Andalusia dan sekitarnya.

Otoritas kesehatan setempat menyatakan bahwa beberapa korban berada dalam kondisi kritis.

Tanggapan Pemerintah Spanyol

Menanggapi tragedi ini, Pemerintah Spanyol bersama Pemerintah Daerah Andalusia secara resmi mengumumkan masa berkabung nasional selama tiga hari yang dimulai pada Senin (19/1/2026).

Selama masa berkabung, bendera nasional dikibarkan setengah tiang sebagai bentuk penghormatan kepada para korban.

Perdana Menteri Spanyol menyampaikan rasa duka mendalam kepada keluarga korban dan menegaskan komitmen pemerintah untuk mengusut tuntas penyebab kecelakaan.

Sebuah komisi khusus telah dibentuk untuk melakukan penyelidikan menyeluruh, termasuk pemeriksaan kondisi teknis kereta, infrastruktur rel, serta faktor manusia yang mungkin berperan dalam insiden tersebut.

Penyelidikan Penyebab Kecelakaan

Hingga saat ini, pihak berwenang belum menyimpulkan penyebab pasti kecelakaan.

Namun, investigasi difokuskan pada kemungkinan kegagalan sistem, kecepatan kereta, serta kondisi jalur rel di lokasi kejadian.

Hasil penyelidikan diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan sistem keselamatan transportasi kereta api di Spanyol.

Pihak operator kereta api menyatakan siap bekerja sama penuh dengan tim investigasi dan akan memberikan seluruh data yang diperlukan, termasuk rekaman perjalanan dan komunikasi sebelum kecelakaan terjadi.

Belasungkawa dari Komunitas Internasional

Duka atas tragedi ini juga datang dari komunitas internasional.

Kementerian Luar Negeri Rusia pada Senin (19/1/2026) menyampaikan belasungkawa resmi kepada Pemerintah Spanyol, rakyat Spanyol, serta keluarga para korban kecelakaan kereta api yang terjadi pada 18 Januari tersebut.

Ucapan simpati dari berbagai negara menunjukkan besarnya perhatian dunia terhadap insiden ini, sekaligus menegaskan pentingnya keselamatan transportasi publik sebagai isu global.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Spanyol #kecelakaan #Kereta Api #Andalusia