Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bukan Human Error? Fakta Mengejutkan di Balik Kecelakaan Kereta Spanyol

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 21 Januari 2026 | 09:11 WIB
Kecelakaan kereta cepat di Cordoba, Spanyol menewaskan 21 orang.
Kecelakaan kereta cepat di Cordoba, Spanyol menewaskan 21 orang.

RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah Spanyol menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari menyusul kecelakaan kereta api tragis di wilayah selatan negara itu yang menewaskan sedikitnya 40 orang.

Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Pedro Sanchez pada Senin (19/1/2026) sebagai bentuk penghormatan kepada para korban dan solidaritas kepada keluarga yang terdampak.

Kronologi Kecelakaan Kereta Malaga–Madrid

Insiden kecelakaan terjadi pada Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 19.45 waktu setempat atau Senin (19/1/2026) dini hari WIB.

Sebuah kereta penumpang rute Malaga–Madrid yang membawa 317 orang dilaporkan tergelincir di dekat Adamuz, sekitar 20 kilometer di utara Kota Kordoba, Andalusia.

Hingga Senin, otoritas setempat mengonfirmasi 40 orang meninggal dunia dan 48 lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit, sebagian besar dalam kondisi kritis.

Respons Pemerintah Spanyol

Perdana Menteri Pedro Sanchez membatalkan seluruh agenda resminya dan segera menuju lokasi kejadian.

Dalam pernyataannya kepada media, Sanchez menyebut tragedi ini sebagai “hari yang penuh kepedihan” bagi Spanyol.

Ia memastikan pemerintah akan melakukan penyelidikan menyeluruh dan transparan guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

“Kami akan mengungkap kebenaran dan menemukan jawabannya,” ujar Sanchez.

Ia juga mengingatkan bahwa jumlah korban kemungkinan bertambah seiring proses evakuasi dan pembersihan puing-puing menggunakan alat berat.

Dugaan Penyebab Kecelakaan

Menteri Transportasi Spanyol, Oscar Puente, menilai kecelakaan ini tidak lazim karena terjadi di jalur rel lurus yang baru dipasang pada Mei 2025.

Jalur tersebut dilalui oleh kereta yang relatif baru, diproduksi pada 2022, dan dioperasikan oleh perusahaan swasta Iryo.

Sementara itu, Presiden operator kereta nasional Renfe, Alvaro Fernandez Heredia, menyatakan bahwa faktor kesalahan manusia hampir dapat dikesampingkan.

Ia menegaskan bahwa penyebab kecelakaan kemungkinan berkaitan dengan kegagalan teknis pada rangkaian kereta atau masalah infrastruktur.

Kesaksian dan Peringatan Sebelumnya

Presiden Pemerintah Regional Andalusia, Juanma Moreno, menggambarkan dampak kecelakaan sebagai sangat dahsyat.

Beberapa korban ditemukan hingga ratusan meter dari lokasi utama, yang mengindikasikan penumpang terlempar keluar dari rangkaian kereta saat insiden terjadi.

Media Spanyol juga mengungkap bahwa pada Agustus 2025, serikat pekerja masinis telah menyampaikan kekhawatiran kepada operator infrastruktur ADIF mengenai kondisi jalur rel yang sama.

Laporan tersebut mencakup kerusakan permukaan rel, ketidakrataan jalur, serta masalah pada sistem listrik aliran atas.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Spanyol #kecelakaan #Andalusia #kereta