Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jebeng Banyuwangi Tiara Maissie Dapat Beasiswa Penuh di Serbia: Sempat Jalani Kuliah di ITS, Pilih Tempuh Pendidikan di Luar Negeri

Fredy Rizki Manunggal • Rabu, 21 Januari 2026 | 03:30 WIB
Info Selengkapnya Klik di sini!
Info Selengkapnya Klik di sini!

RADARBANYUWANGI.ID - Masih ingat dengan gadis asal Banyuwangi, Tiara Maissie Brilliana Pasa, yang  mewakili Indonesia menjadi pembicara muda pada Forum Pemuda di Markas PBB 2024 silam?

Berkat beasiswa penuh, gadis berusia 21 tahun itu kini tengah bersiap terbang ke Serbia untuk menempuh pendidikan di University of Belgrade.

Achmad Yunus Setiawan tersenyum lega begitu mendengar kabar putri sulungnya diterima kuliah di luar negeri.

Setelah menjalani tes beberapa kali, Tiara mendapat kesempatan berkuliah di salah satu kampus terbesar di Eropa dengan sistem full scholarship atau beasiswa penuh.

Berkat ketekunan dan kerja keras, Tiara Maissie Brilliana Pasa mendapat kesempatan berkuliah di University of Belgrade Serbia lewat beasiswa.
Berkat ketekunan dan kerja keras, Tiara Maissie Brilliana Pasa mendapat kesempatan berkuliah di University of Belgrade Serbia lewat beasiswa.

Minat gadis kelahiran Kelurahan Penataban bisa berkuliah di luar negeri memang cukup besar sejak awal.

Setelah lulus dari SMAN 1 Giri Taruna Bangsa pada  pertengahan 2024, Tiara sudah diterima di empat kampus besar di Amerika dan satu kampus di Jepang.

Namun, sistemnya hanya partial scholarship atau hanya sebagian biaya saja yang ditanggung.

"Kalau beasiswa tidak bisa ditanggung penuh cukup berat. Rata-rata kuliah di Amerika butuh Rp 1,2 miliar setahun untuk biaya. Tapi, Alhamdulillah Tiara terus berusaha dan diterima di Universitas Beograd di Serbia," kata orang tua Tiara, Achmad Yunus Setiawan.

Tiara sebenarnya sudah berkuliah selepas lulus SMA satu setengah tahun silam. Dia diterima di Ujrusan Teknik Mesin ITS lewat jalur beasiswa mandiri.

Namun, cita-citanya untuk bisa berkuliah di luar negeri membuatnya terus bekerja keras. Sejak duduk di bangku kelas 3 SMP, Tiara sudah aktif menjadi bagian dari American Field Service (AFS).

Organisasi internasional nirlaba yang bergerak di bidang program pertukaran pelajar dan pendidikan lintas budaya itulah yang membuat Tiara memiliki jaringan cukup luas di kalangan pelajar Indonesia yang berkuliah di luar negeri.

Termasuk yang memberinya kesempatan untuk bisa tampil pada International Youth Day di Markas PBB tahun 2024 lalu.

Di tengah perkuliahan, sulung dari dua bersaudara itu kembali mencoba peluang lain. Kesempatan datang dari Serbia melalui skema Government to Person.

Setelah melalui seleksi administrasi dan ujian tulis, Tiara dinyatakan lolos pada Mei 2025.

Tiara kemudian mengikuti wawancara berbahasa Inggris di Kemenristekdikti untuk memastikan kesiapan.

Selanjutnya, dia kembali dinyatakan lulus yang membuka jalan meraih beasiswa penuh ke Eropa.

"Tanggal 26 Januari ini berangkat, ini sudah siap-siap tinggal menunggu visa,’’ imbuh Yunus yang bekerja sebagai ASN di Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi itu.

Di Serbia, putrinya kembali mengambil jurusan Teknik Mesin. Sama dengan jurusan yang sudah digelutinya di ITS selama setahun setengah berkuliah.

Tiara akan berangkat dari Jakarta dengan lima orang mahasiswa asal Indonesia lainya. Dua mahasiswa S3, dua mahasiswa S2, dan satu mahasiswa S1 seperti Tiara.

"Semua biaya ditanggung University of Belgrade. Termasuk tempat tinggal, makan, biaya kuliah hingga uang saku. Jadi orang tua bisa tenang di sini," imbuh suami dari Anita Lusiani itu.

Di dunia organisasi kepemudaan internasional, Tiara berpotensi kembali menjadi pembicara. Rencananya kegiatan International Youth Day tahun 2026 akan digelar di Bern, Swiss pada Agustus tahun ini.

"Dia sedang mempersiapkan seleksi untuk kembali menjadi pembicara. Kita orang tua hanya bisa mendukung, paling nanti hanya bisa ngantar di Bandara Blimbingsari," ucapnya.

Sementara itu, Tiara mengaku termotivasi untuk terjun ke dunia teknik tumbuh sejak aktif di AFS.

Dia melihat banyak profesional Indonesia di sektor energi dan industri global seperti Chevron, SKK Migas, Freeport, hingga Petronas yang didominasi lulusan Teknik Mesin.

"Langkah mereka memotivasi saya untuk bisa belajar lebih rajin dan bisa berkuliah di jurusan teknik mesin. memang jarang sepertinya ada anak cewek kuliah di teknik mesin, tapi saya yakin bisa,’’ tandasnya. (aif)

Editor : Ali Sodiqin
#jebeng banyuwangi #beasiswa #serbia