RADARBANYUWANGI.ID - Sebuah insiden kecelakaan kereta api terjadi di dekat Trenton, Negara Bagian Kentucky, Amerika Serikat (AS), pada Selasa (30/12/2025).
Peristiwa ini memicu kebakaran bahan kimia berbahaya dan membuat otoritas setempat mengeluarkan perintah sementara bagi warga untuk berlindung di dalam rumah atau shelter-in-place akibat paparan asap beracun.
Menurut laporan media lokal, kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 waktu setempat atau 19.30 WIB.
Lebih dari 30 gerbong kereta yang dioperasikan oleh Chessie System dan Seaboard Coast Line dilaporkan keluar dari jalur rel.
Salah satu gerbong diketahui mengangkut belerang cair yang kemudian terbakar, sehingga melepaskan gas sulfur dioksida ke udara.
Sulfur dioksida merupakan gas beracun yang dapat mengiritasi saluran pernapasan, mata, dan kulit, terutama jika terhirup dalam konsentrasi tinggi.
Oleh karena itu, Departemen Pemadam Kebakaran Trenton segera mengambil langkah pencegahan guna melindungi keselamatan warga sekitar lokasi kejadian.
Otoritas setempat meminta warga yang berada dalam radius sekitar 1,6 kilometer dari lokasi kecelakaan untuk meninggalkan rumah mereka atau tetap berada di dalam rumah dengan menutup semua ventilasi.
Sistem pemanas, ventilasi, dan pendingin udara (HVAC) diminta untuk dimatikan sementara guna mencegah masuknya udara yang terkontaminasi gas beracun ke dalam bangunan.
Langkah darurat ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi dampak kesehatan yang ditimbulkan oleh kebocoran bahan kimia.
Tim pemadam kebakaran dan petugas penanganan bahan berbahaya (hazmat) dikerahkan untuk memadamkan api, mengendalikan kebocoran, serta memantau kualitas udara di sekitar lokasi.
Beruntung, hingga saat ini tidak ada laporan korban luka maupun korban jiwa akibat insiden tersebut.
Setelah kebocoran belerang cair berhasil dikendalikan dan situasi dinyatakan aman, perintah shelter-in-place resmi dicabut oleh pihak berwenang.
Meski demikian, warga tetap diimbau untuk waspada dan mengikuti perkembangan informasi dari otoritas setempat.
Sementara itu, Jalan Raya AS Highway 41 masih ditutup untuk sementara waktu.
Penutupan dilakukan guna mendukung proses pembersihan area, pemeriksaan keamanan, serta pengangkutan gerbong yang tergelincir.
Otoritas transportasi setempat menyatakan bahwa penutupan jalan akan tetap berlaku hingga seluruh proses penanganan selesai dan kondisi dinyatakan benar-benar aman bagi pengguna jalan.
Hingga kini, penyebab pasti tergelincirnya kereta api tersebut masih dalam tahap penyelidikan.
Pihak berwenang akan menelusuri berbagai kemungkinan, termasuk kondisi rel, faktor teknis pada rangkaian kereta, serta potensi kesalahan operasional.
Hasil investigasi ini diharapkan dapat memberikan kejelasan sekaligus mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Editor : Lugas Rumpakaadi