RADARBANYUWANGI.ID - Dinamika politik Partai Republik di New York mengalami perubahan signifikan setelah Representative Elise Stefanik resmi mengundurkan diri dari bursa pemilihan gubernur.
Keputusan ini sekaligus menandai langkah Stefanik untuk tidak kembali mencalonkan diri sebagai anggota Kongres pada pemilu mendatang.
Situasi menjadi semakin kompleks ketika Bruce Blakeman, Eksekutif Nassau County, masuk lebih awal ke dalam kontestasi gubernur.
Kehadiran Blakeman memecah fokus Partai Republik, terlebih Presiden Donald Trump secara terbuka memuji keduanya sebagai sosok “luar biasa.”
Namun, dukungan politik Trump akhirnya mengarah secara jelas kepada Blakeman.
Berdasarkan jajak pendapat Siena Poll terbaru di New York, Gubernur petahana Kathy Hochul masih unggul dengan selisih dua digit atas Blakeman dalam simulasi pertarungan langsung.
Data ini mempertegas tantangan berat yang dihadapi Partai Republik di negara bagian tersebut.
Bagi Stefanik, tahun ini menjadi periode yang penuh gejolak.
Presiden Trump sempat menarik kembali pencalonannya sebagai duta besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, dengan alasan kekhawatiran terhadap tipisnya mayoritas Partai Republik di DPR.
Tidak berhenti di situ, Trump juga menolak memberikan dukungan resmi kepada Stefanik dalam pemilihan pendahuluan gubernur.
Dalam pernyataan pengunduran dirinya, Stefanik menegaskan bahwa melanjutkan pertarungan di pemilihan pendahuluan Partai Republik bukanlah penggunaan waktu dan energi yang efektif.
Ia juga menyatakan tidak akan mencalonkan diri kembali sebagai anggota DPR, meski sebelumnya berhasil menghimpun dana kampanye lebih dari 12 juta dolar AS.
Keputusan tersebut meninggalkan Bruce Blakeman sebagai kandidat terkuat Partai Republik untuk menantang Hochul.
Blakeman bahkan terlihat menghadiri resepsi Hanukkah di Gedung Putih bersama Presiden Trump, dan menyampaikan rasa syukur atas dukungan yang diterimanya melalui media sosial.
Di sisi lain, Stefanik menekankan bahwa prioritas utamanya saat ini adalah keluarga.
Meski sempat muncul spekulasi mengenai ketegangan hubungannya dengan Trump dan pimpinan DPR, orang-orang terdekatnya menyebutkan bahwa Stefanik tetap berencana menyelesaikan masa jabatannya hingga akhir.
Dengan mundurnya Stefanik, peluang Partai Republik untuk merebut kursi gubernur New York semakin menyempit.
Tingkat persetujuan Trump yang masih rendah di negara bagian tersebut serta menguatnya posisi Hochul menjadi faktor penentu dalam peta politik New York ke depan.
Editor : Lugas Rumpakaadi