RADARBANYUWANGI.ID - Guncangan hebat terjadi di perbatasan Alaska–Kanada.
Pada Sabtu malam, 6 Desember 2025 (waktu Alaska), terjadi gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7.0 (M7.0) di kawasan terpencil dekat perbatasan antara Negara Bagian Alaska (Amerika Serikat) dan wilayah Yukon di Kanada.
Menurut data resmi dari U.S. Geological Survey (USGS), episenter gempa terletak sekitar 96-100 kilometer utara-timur laut Yakutat, Alaska, dengan kedalaman relatif dangkal, yakni sekitar 10 kilometer.
Dampak & Kondisi Pasca-Gempa
- Meskipun kekuatannya besar, tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan untuk kawasan terdampak.
- Hingga laporan terakhir, belum ada korban jiwa maupun kerusakan bangunan yang tercatat baik di Alaska maupun Yukon.
- Namun guncangan terasa luas — masyarakat di kota seperti Juneau (ibu kota Alaska) dan Whitehorse (ibu kota Yukon) melaporkan merasakan tremor. Banyak warga melaporkan benda-benda kecil jatuh dari rak.
Baca Juga: Tol Prosiwangi Resmi Dibuka! Perjalanan Probolinggo–Banyuwangi Terpangkas Jadi 2–4 Jam
Seismologi & Potensi Gempa Susulan
Wilayah perbatasan Alaska–Yukon termasuk zona seismik aktif.
Menurut USGS, gempa ini dipicu oleh pergerakan lempeng tektonik — zona pertemuan lempeng Pasifik dan lempeng Amerika Utara, di mana sistem patahan seperti Queen Charlotte–Fairweather Fault dikenal mampu memicu gempa besar.
Pasca-gempa utama, tercatat puluhan gempa susulan (aftershocks), beberapa di antaranya berukuran menengah — memicu kewaspadaan otoritas seismologi dan penduduk setempat.
Menurut seismolog, potensi “ground failures” seperti longsoran tanah atau pergeseran tanah bisa saja terjadi, meski sampai saat ini belum ada laporan pasti.
Kuat Tapi Minim Dampak — Waspada Susulan
Gempa 7.0 di perbatasan Alaska–Kanada tergolong kejadian seismik signifikan, dengan kemampuan getaran terasa jauh dan kedalaman dangkal.
Namun, berkat lokasi episenter di area dengan kepadatan penduduk rendah dan bantuan data cepat dari USGS, efek nyata seperti tsunami, korban, dan kerusakan besar berhasil dihindari.
Meski demikian, karena telah terjadi banyak gempa susulan, otoritas setempat tetap mengimbau penduduk untuk tetap waspada — terutama di wilayah pegunungan atau area rawan longsor. (*)
Editor : Ali Sodiqin