RADARBANYUWANGI.ID - Gempa bumi bermagnitudo 7,0 mengguncang kawasan pegunungan terpencil di perbatasan Alaska, Amerika Serikat, dan teritori Yukon, Kanada, pada Sabtu (6/12/2025) waktu setempat.
Menurut laporan US Geological Survey (USGS), peristiwa tersebut terjadi pada pukul 20.41 GMT dan disusul lebih dari 30 gempa susulan dalam tiga jam berikutnya, dengan kekuatan berkisar antara M5,1 hingga M3,3.
Lokasi Episentrum dan Wilayah Terdampak
USGS mencatat bahwa episentrum gempa berada sekitar 96 kilometer di timur laut Yakutat, Alaska, pada kedalaman hiposentrum sekitar 10 kilometer.
Posisi tersebut berada di kawasan pegunungan yang jarang berpenduduk, sehingga risiko terhadap permukiman relatif rendah.
Getaran kuat dirasakan hingga ke Juneau, ibu kota Alaska, dan Whitehorse, ibu kota Yukon di Kanada.
Media lokal melaporkan bahwa masyarakat di kedua wilayah tersebut merasakan guncangan yang berlangsung cukup lama.
Di Yakutat, kota terdekat dari pusat gempa, Kepala Kepolisian Theo Capes menyampaikan bahwa tidak ada laporan korban maupun kerusakan.
Ia menuturkan, “Guncangannya berlangsung sekitar 15 hingga 20 detik,” namun situasi tetap terkendali.
Tidak Ada Ancaman Tsunami
Pusat Peringatan Tsunami Nasional Amerika Serikat memastikan bahwa gempa ini tidak memicu ancaman tsunami.
Kepastian tersebut segera meredakan kekhawatiran masyarakat pesisir yang sempat waspada terhadap potensi bahaya lanjutan.
Respons Otoritas AS dan Kanada
Lembaga Earthquakes Canada melaporkan bahwa getaran kuat juga terjadi di wilayah Kanada yang berbatasan langsung dengan Alaska.
Otoritas setempat, termasuk Royal Canadian Mounted Police (RCMP) dan departemen pemadam kebakaran, menegaskan bahwa mereka tidak menerima laporan mengenai cedera maupun kerusakan struktural.
Seismolog Kanada, Alison Bird, menambahkan bahwa sebagian besar laporan dari warga hanya berupa benda-benda yang jatuh dari rak, tanpa indikasi kerusakan bangunan.
Kondisi geografis wilayah Yukon yang terpencil turut berkontribusi dalam minimnya dampak bagi permukiman.
Situasi Terkini
Hingga laporan terakhir, tidak ditemukan kerusakan signifikan maupun korban jiwa baik di Alaska maupun Yukon.
Meskipun gempa memiliki kekuatan besar dan terjadi pada kedalaman dangkal, dampaknya dapat ditekan berkat lokasi episentrum yang berada jauh dari pusat populasi.
Otoritas geologi di AS dan Kanada terus memantau aktivitas seismik susulan.
Informasi akan diperbarui apabila terjadi perkembangan lebih lanjut.
Editor : Lugas Rumpakaadi