RADARBANYUWANGI.ID – Perkembangan Geopark Ijen menuai sorotan positif di kancah nasional bahkan internasional. Bahkan, Bupati Ipuk Fiestiandani dipercaya menjadi pembicara dan memaparkan berbagai program Geopark Ijen bersama unsur Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO). Pemaparan digelar pada Indonesia's Geopark Leader Forum: Building Knowledge for Indonesia's Geopark Development di Kementerian PPN/Bappenas pada Rabu (3/12).
Dalam forum tersebut, Ipuk menjadi pembicara bersama Programme Specialist, International Geoscience, and Geoparks Programme UNESCO Dr. Ozlem Adiyaman Lopes; Penasihat Menteri PPN/Bappenas/Ketua KADIN Komite Singapore Prof. Dr. Michael Goutama; Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup pada Kementerian PPN/Bappenas Leonardo A. A. Teguh Sambodo; serta Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhammad Iqbal.
Ipuk mengatakan, kawasan Geopark tidak semua kewenangan pemerintah daerah. Ada banyak kawasan yang berada di wilayah Kementerian dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Namun pemkab berupaya mencari manfaat bagaimana keberadaan Geopark Ijen berdampak pada kesejahteraan masyarakat Banyuwangi. “Kami jadikan Geopark Ijen promosi. Kami buat beragam event sport tourism dan seni budaya agar masyarakat Banyuwangi mendapat manfaat dari Geopark Ijen,” kata Ipuk.
Banyuwangi menggelar beragam sport tourism bahkan berskala internasional seperti Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI), Ijen Geopark Downhill, Ijen Green Trail Run, serta beragam atraksi seni budaya seperti Jazz Gunung Ijen, Musik Tepi Sawah, dan beragam event lainnya.
Bahkan untuk mengenalkan lebih luas keelokan kawasan Ijen, Ipuk telah meluncurkan program Ijen Golden Route. Program ini mengolaborasikan seluruh potensi yang ada Ijen, menelusuri destinasi wisata hidden gem di kawasan kaki Gunung Ijen yang dikelola masyarakat Banyuwangi .
Ada beragam destinasi yang terangkum dalam Ijen Golden Route. Mulai aneka wisata alam, kuliner lokal, kafe yang Instagramble, hingga tempat staycation yang keren hingga yang etnik, memadukan keindahan alam dan keluhuran budaya. Banyuwangi juga menggandeng seniman dan budayawan di berbagai atraksi wisata.
“Semua kita berdayakan dan kolaborasikan. Program ini bertujuan agar pelaku wisata, UMKM, seniman, budayawan, dan masyarakat Banyuwangi mendapat manfaat dari Ijen,” kata Ipuk.
Bahkan, berkat beragam program tersebut, Desa Adat Osing Kemiren yang juga merupakan salah satu kawasan Geopark Ijen ditetapkan menjadi bagian Jaringan Desa Wisata Terbaik Dunia, The Best Tourism Villages Upgrade Programme 2025 oleh Badan Pariwisata Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yakni United Nations Tourism (UN Tourism).
Berbagai hal yang dilakukan Pemkab Banyuwangi diapresiasi Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal. Menurutnya, Banyuwangi mampu mengelola potensi untuk kesejahteraan masyarakatnya. “Saya tahu betul tentang Banyuwangi karena ibu saya orang Pasuruan. Jadi saya mengerti tentang Jawa Timur. Saya tahu Banyuwangi yang dulunya daerah miskin, kini justru menjadi daerah dengan angka kemiskinan terendah di Jawa Timur, tutur Gubernur Lalu.
Untuk itu, Lalu Muhammad Iqbal yang baru 9 bulan menjabat sebagai gubernur berharap bisa mengikuti jejak Banyuwangi.
Mendengar paparan Bupati Ipuk, Prof Gautama mengapresiasi apa yang dilakukan Banyuwangi selama ini. “Well done. Selamat buat Banyuwangi. Seharusnya ini bisa menjadi yang terbaik di dunia,” tandasnya. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin