Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dewi Astutik Tertangkap di Kamboja: Buronan Sabu Rp 5 Triliun Asal Ponorogo Dalang Jaringan Internasional

Ali Sodiqin • Rabu, 3 Desember 2025 | 02:53 WIB

Dewi Astutik, otak 2 ton sabu, ternyata buron Korsel dan rekrutor jaringan Asia-Afrika.
Dewi Astutik, otak 2 ton sabu, ternyata buron Korsel dan rekrutor jaringan Asia-Afrika.

RADARBANYUWANGI.ID – Pelarian Dewi Astutik akhirnya berakhir.

Buronan kasus penyelundupan sabu bernilai fantastis, sekitar Rp 5 triliun, itu diringkus Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Interpol di Sihanoukville, Kamboja.

Ia dianggap sebagai aktor utama peredaran narkotika kelas kakap lintas negara.

Perempuan 43 tahun asal Ponorogo tersebut sudah menjadi target operasi internasional.

Bukan hanya Indonesia, bahkan otoritas Korea Selatan memasukkannya dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait jaringan narkoba Asia–Afrika.

Dideteksi Sejak 17 November

Informasi keberadaan Dewi terdeteksi sejak 17 November lalu.

Setelah pemantauan ketat, operasi penangkapan digelar tepat 1 Desember 2025 sekitar pukul 13.39 waktu setempat, di lobi sebuah hotel di kawasan wisata Kamboja itu.

BNN juga mengamankan seorang pria yang saat itu bersama Dewi. Identitasnya kini tengah didalami oleh penyidik.

Dalang Sabu 2 Ton

Nama Dewi mencuat setelah aparat mengungkap penyelundupan sabu dua ton yang hendak masuk ke Indonesia.

Perannya tak sekadar kurir, melainkan sebagai otak sekaligus perekrut jaringan lapangan hingga lintas benua.

Kepala BNN Suyudi Ario Seto menyebut bahwa pengungkapan ini telah menyelamatkan sekitar 8 juta jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

“Operasi ini adalah bentuk kerja sama erat lintas negara memerangi sindikat narkoba internasional,” ujarnya.

Jejak Internasional

Sebelumnya, Dewi dikenal sebagai mantan tenaga kerja wanita (TKW) yang berpindah-pindah negara.

Di balik statusnya itu, diduga ia merintis jejaring narkoba hingga terhubung dengan sejumlah bandar besar lain di Asia dan Afrika.

Jaringan yang dikomandoinya disebut terkait dengan kelompok besar yang selama ini menjadi sorotan penegak hukum.

Dipulangkan ke Indonesia

Saat ini, BNN sedang memproses pemulangan Dewi ke tanah air untuk mempertanggungjawabkan seluruh kejahatannya.

Pemeriksaan secara intensif dilakukan guna mengungkap mata rantai besar lain yang masih beroperasi.

Keberhasilan menangkap Dewi Astutik menjadi babak penting dalam pemberantasan narkoba internasional.

Namun bagi penegak hukum, pekerjaan belum usai — jaringan yang berhasil dibangunnya selama bertahun-tahun tetap harus dibongkar hingga ke akar-akarnya. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Dewi astutik #bnn #kamboja #buronan sabu #2 Ton Sabu #ponorogo #interpol