RADARBANYUWANGI.ID – Kebakaran besar yang melanda komplek apartemen Wang Fuk Court di distrik Tai Po, Hong Kong, Rabu (26/11) hingga Kamis (27/11), menjadi salah satu insiden paling mematikan dalam sejarah kota tersebut.
Api yang bermula dari area renovasi sebuah tower menjalar cepat, melalap delapan blok hunian dan menewaskan puluhan warga.
Kobaran api pertama kali terlihat pada Rabu (26/11) pukul 14.51 waktu setempat.
Api muncul dari perancah bambu dan jaring pelindung berwarna hijau yang menutupi bagian luar bangunan yang tengah direnovasi.
Material tersebut mudah terbakar, membuat api menjalar vertikal dengan cepat dan menimbulkan kepanikan di kalangan penghuni.
Baca Juga: Bandara Baru Situbondo Bernama KHR As’ad Syamsul Arifin, Runway Diperpanjang untuk Airbus dan Boeing
Status Alarm Naik hingga Level 5, yang Tertinggi
Tidak sampai dua jam sejak laporan pertama, Departemen Pemadam Kebakaran Hong Kong menaikkan status bahaya menjadi Level 3.
Angin yang bertiup kencang membuat api melompat ke blok lain. Menjelang malam, status meningkat lagi menjadi Level 5—tingkat tertinggi dalam sistem alarm kebakaran Hong Kong.
Ratusan petugas pemadam diterjunkan, sementara ribuan penghuni apartemen berhamburan keluar menyelamatkan diri saat asap pekat memenuhi lorong-lorong bangunan.
“Jaring renovasi membuat akses masuk gedung menjadi sulit,” ujar salah satu komandan pemadam dalam laporan media lokal. Api yang menyelimuti bagian luar gedung memaksa petugas memecah kaca untuk memasuki sejumlah lantai.
Baca Juga: Diplomat Muda Kemlu Arya Daru Pangayunan: Jejak Karier, Tragedi, dan Misteri di Balik Lakban
Evakuasi Ribuan Warga, Satu Petugas Pemadam Gugur
Evakuasi besar-besaran dilakukan sepanjang malam. Pemerintah membuka pusat pengungsian darurat, mengingat kompleks Wang Fuk Court terdiri atas ribuan unit hunian.
Hingga Kamis (27/11) pukul 09.00 waktu setempat, otoritas melaporkan:
- 44 warga meninggal dunia
- 279 orang masih hilang
- 1 petugas pemadam tewas
- 900 penghuni dievakuasi ke pusat penampungan
Jumlah ini diperkirakan masih dapat bertambah seiring pencarian yang terus dilakukan di lantai-lantai yang sebelumnya sulit dijangkau.
Api yang membakar jaring renovasi menyebabkan suhu ekstrem di beberapa titik. Banyak korban ditemukan dalam kondisi tak bertenaga di tangga darurat yang penuh asap.
Empat Tower Berhasil Dikendalikan, Sisanya Masih Terbakar
Pada Kamis pagi pukul 08.00, petugas berhasil menguasai api di empat blok. Namun, beberapa tower lain masih terbakar aktif, terutama area yang tertutup scaffolding bambu.
Petugas masih bekerja memadamkan sisa api, mengevakuasi korban, dan membersihkan puing-puing yang berjatuhan dari bagian luar gedung.
Tiga Pekerja Renovasi Ditangkap
Dalam perkembangan terbaru, polisi menahan tiga pekerja konstruksi yang bertugas pada proyek renovasi bangunan tersebut.
Mereka ditangkap dengan tuduhan kelalaian berat (manslaughter) terkait material renovasi yang diduga mempercepat penyebaran api.
Investigasi awal menduga sumber api berasal dari aktivitas konstruksi yang berhubungan dengan material mudah terbakar seperti busa isolasi dan jaring plastik pelindung.
Baca Juga: BRI Raih Penghargaan Mitra Strategis IMIPAS, Perkuat Dukungan Digital untuk Layanan Publik Nasional
Tragedi Terburuk dalam Beberapa Dekade
Kebakaran Tai Po kini disebut sebagai salah satu kebakaran apartemen paling mematikan di Hong Kong dalam beberapa dekade terakhir.
Pemerintah Hong Kong menyatakan keadaan darurat dan berjanji memperketat regulasi keselamatan bangunan, khususnya pada proyek renovasi yang menggunakan material berisiko.
Sementara itu, keluarga korban masih memadati pusat pengungsian, menunggu kabar sanak saudara yang belum ditemukan.
Pemerintah terus mengimbau warga untuk menjauhi area kejadian dan memberikan ruang bagi petugas melakukan operasi penyelamatan.
TIMELINE LENGKAP KEBAKARAN WANG FUK COURT – HONG KONG (27 NOV 2025)
Rabu, 26 November 2025
14.51 — Api Pertama Terlihat
- Kebakaran pertama kali dilaporkan muncul pada salah satu blok Wang Fuk Court di distrik Tai Po.
- Api awal terlihat di bagian luar bangunan yang tengah direnovasi, tepatnya pada perancah bambu dan jaring pelindung hijau.
- Material mudah terbakar ini menyebabkan api bergerak cepat secara vertikal.
15.00–16.00 — Penyebaran Api Sangat Cepat
- Api menjalar ke beberapa lantai dalam hitungan menit.
- Penduduk mulai dievakuasi, banyak yang panik saat asap tebal memasuki koridor.
- Pemadam kebakaran mengerahkan puluhan unit truk pemadam dan ambulans.
17.00 — Status Kebakaran Naik Jadi Level 3
- Hong Kong Fire Services Department meningkatkan status bahaya menjadi Alarm Level 3.
- Petugas pemadam kesulitan mencapai titik api karena jaring renovasi menutup area gedung.
Sore – Malam (18.00–22.00) — Api Menjalar ke Blok Lain
- Angin kencang membuat api melompat dari satu blok ke blok lain.
- Warga dari 8 tower apartemen (± 2.000 unit) mulai dievakuasi massal.
- Sejumlah korban ditemukan di tangga darurat yang penuh asap.
23.00 — Status Kebakaran Meningkat ke Level 5
- Level 5 adalah tingkat tertinggi dalam sistem alarm kebakaran Hong Kong.
- Ratusan petugas pemadam dikerahkan.
- Pemerintah menyatakan keadaan ini sebagai insiden besar.
Kamis, 27 November 2025 (Dini Hari – Pagi)
00.00–03.00 — Operasi Penyelamatan Berlanjut
- Api masih menyala di beberapa tower, terutama area dengan scaffolding bambu.
- Tim penyelamat menemukan korban luka bakar serius di beberapa lantai.
- Banyak warga dilaporkan hilang karena terjebak saat evakuasi.
04.00 — Korban Meningkat
- Laporan awal menyebut >40 korban tewas.
- Ratusan penghuni masih belum bisa dihubungi.
06.00 — Evakuasi 900 Penghuni
- Pemerintah membuka pusat pengungsian darurat.
- Ratusan warga dievakuasi dari 8 tower apartemen yang terkena dampak.
08.00 — 4 Tower Berhasil Dikendalikan
- Api di 4 blok berhasil dipadamkan atau setidaknya dapat dikontrol.
- Namun beberapa tower lain masih terbakar aktif.
09.00 — Total Sementara: 44 Tewas, 279 Hilang
- Data resmi dari otoritas:
- 44 meninggal dunia
- 279 hilang / belum ditemukan
- Korban tewas termasuk 1 petugas pemadam kebakaran
- Tragedi ini menjadi kebakaran apartemen paling mematikan di Hong Kong dalam beberapa dekade.
Setelah Investigasi Awal
Penyebab Awal yang Diduga
- Material renovasi, termasuk busa plastik, jaring pelindung, dan scaffolding bambu, diduga mempercepat api.
- Polisi menangkap tiga pekerja konstruksi atas dugaan kelalaian berat (manslaughter).(*)