Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pemerintah Federal Amerika Serikat Resmi Tutup! Kebuntuan Subsidi Obamacare Picu Krisis

Agung Sedana • Rabu, 1 Oktober 2025 | 20:59 WIB
U.S Shut Down
U.S Shut Down

RADARBANYUWANGI.ID - Amerika Serikat kembali mengalami penutupan pemerintah federal (government shutdown) setelah Kongres gagal mencapai kesepakatan pendanaan pada Selasa (30/9) malam.

Kebuntuan panjang antara Partai Republik dan Partai Demokrat terkait perpanjangan subsidi Obamacare membuat pemerintahan resmi berhenti beroperasi sejak tengah malam, menjadi penutupan pertama sejak 2019.

Partai Republik mendesak Demokrat menyetujui perpanjangan pendanaan selama tujuh minggu. Namun, Partai Demokrat menolak tanpa adanya konsesi soal subsidi premi asuransi kesehatan.

Subsidi tambahan tersebut, yang diperkenalkan sejak pandemi Covid-19 era Biden pada 2021, telah mendorong 24 juta warga Amerika mendaftar polis kesehatan untuk tahun 2025.

Jika subsidi berakhir di akhir tahun, premi diperkirakan melonjak rata-rata 75 persen pada 2026 menurut lembaga riset kesehatan KFF.

Meski sebagian senator Demokrat mulai goyah, termasuk Catherine Cortez Masto (Nevada), Angus King (Maine), dan John Fetterman (Pennsylvania) yang memilih mendukung RUU Partai Republik, mayoritas tetap solid menolak. Pemimpin Minoritas Senat, Chuck Schumer, menegaskan publik akan menyalahkan Partai Republik atas krisis ini.

Ancaman dari Gedung Putih

Presiden Donald Trump dan kantor anggarannya disebut semakin keras menekan agar shutdown dimanfaatkan untuk mengecilkan peran pemerintah federal secara permanen.

Senator Sheldon Whitehouse bahkan menyebut situasi ini berbahaya. “Kita punya orang gila yang memimpin,” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah senator seperti Lisa Murkowski (Republik, Alaska) menilai masih ada ruang negosiasi agar krisis ini segera berakhir.

Dampak Langsung Shutdown

Penutupan ini berdampak pada sekitar 750 ribu pegawai federal yang berpotensi dirumahkan tanpa bayaran, dengan nilai gaji hilang mencapai US$400 juta per hari.

Sebagian pekerja penting, seperti pengendali lalu lintas udara dan staf keamanan bandara, tetap bekerja tetapi menghadapi tekanan kekurangan staf.

Layanan publik juga terganggu. Taman nasional terancam tutup, meski Museum Smithsonian dan Kebun Binatang Nasional masih buka hingga 6 Oktober dengan dana cadangan.

Program vital seperti pembayaran Jaminan Sosial, Medicare, Medicaid, serta layanan untuk veteran tetap berjalan.

Namun, sejumlah fasilitas non-esensial, termasuk hotline GI Bill dan pemeliharaan pemakaman nasional, dihentikan sementara.

Krisis yang Berlarut?

Senat dijadwalkan kembali melakukan pemungutan suara Rabu pagi (1/10) dengan proposal yang sama dari Partai Republik.

Jika Demokrat tetap bertahan, shutdown bisa berlangsung lama, menimbulkan tekanan ekonomi, dan berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap pemerintahan.

Editor : Agung Sedana
#us shutdown #amerika tutup