RADARBANYUWANGI.ID - Tak hanya Indonesia, wilayah Filipina juga diguncang gempa dahsyat.
Selasa malam (30/9/2025) pukul 20.59 WIB, gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,9 mengguncang Cebu, hanya beberapa jam sebelum gempa M6,5 terjadi di Sumenep, Jawa Timur.
Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (PHIVOLCS) mencatat episentrum gempa berada 17 kilometer di utara Kota Bogo, Cebu, pada kedalaman 10 kilometer.
Guncangan kuat dengan intensitas VI membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah.
“Gedung kantor polisi bergetar hebat selama sekitar 10 detik,” ungkap Kepala Polisi Villaba, Ian Po.
Dampak gempa pun cukup parah. Lima orang dilaporkan tewas, sebuah gereja batu runtuh, dan sejumlah trafo listrik meledak hingga memicu pemadaman listrik di beberapa area.
Identitas korban belum dirilis, namun tim penyelamat masih mencari kemungkinan korban lain di reruntuhan bangunan.
Guncangan terasa sangat kuat di Kota Cebu dan Villaba, Leyte. Getaran lebih ringan juga dirasakan hingga San Fernando dan Laoang, Samar Utara.
Baca Juga: Gempa Dahsyat M 6,5 Guncang Sumenep! Warga Panik Berhamburan, BMKG Ungkap Fakta Mengejutkan
PHIVOLCS memperingatkan potensi gempa susulan serta kemungkinan perubahan cepat permukaan air laut di wilayah pesisir.
“Kami imbau masyarakat tetap waspada terhadap gelombang tidak biasa,” tegas pihak PHIVOLCS.
Kota Cebu, dengan populasi hampir 1 juta jiwa, kini berjibaku menghadapi kerusakan infrastruktur, gangguan listrik, hingga trauma warga.
Baca Juga: Usai Banyuwangi dan Sumenep Diguncang Gempa, BRIN Ingatkan Ancaman Megathrust di Jawa
Fenomena dua gempa kuat yang terjadi hampir bersamaan di Filipina dan Indonesia ini kembali mengingatkan betapa rentannya kawasan Cincin Api Pasifik.
Para pakar menegaskan, kesiapsiagaan bencana harus terus ditingkatkan agar korban jiwa dapat ditekan seminimal mungkin.
Hingga kini, tim penyelamat di Cebu masih bekerja keras mengevakuasi korban dan memulihkan kondisi kota pascagempa. (*)
Editor : Ali Sodiqin