RADARBANYUWANGI.ID - Ketika mendengar nama Orient Express, Trans-Siberian Railway, atau bahkan kereta fiksi Hogwarts Express, banyak orang menganggap perjalanan kereta api bermula dari jalur-jalur besar nan legendaris.
Namun, sejarah mencatat bahwa cikal bakal kereta api penumpang justru lahir dari sebuah jalur sederhana di tepi pantai Swansea, Wales.
Pada 25 Maret 1807, Oystermouth Railway, sering juga disebut Swansea and Mumbles Railway, menjadi jalur pertama di dunia yang secara resmi mengangkut penumpang dengan tiket berbayar.
Saat itu, gerbong ditarik oleh kuda tiga kali sehari dari The Mount di Swansea menuju desa pesisir Oystermouth, menempuh perjalanan sekitar lima mil di sepanjang Teluk Swansea.
Cikal Bakal Perjalanan Penumpang Berbayar
Awalnya, jalur ini dibangun untuk mengangkut batu kapur dan batu bara menuju pelabuhan Swansea.
Namun, seorang pengusaha lokal bernama Benjamin French melihat potensi wisata di jalur tepi laut tersebut.
Ia membayar 20 Poundsterling per tahun untuk mengoperasikan layanan penumpang.
Dengan biaya satu shilling untuk tiket pulang-pergi, masyarakat bisa menikmati perjalanan unik menuju pantai, sebuah hiburan mewah pada masa itu.
Menariknya, stasiun pertama di dunia, The Mount, hampir tidak menyerupai stasiun modern.
Tidak ada loket tiket, tidak ada peron, bahkan penumpang harus naik dari gundukan tanah di sisi jalur.
Meski sederhana, inilah yang menandai kelahiran transportasi kereta api penumpang.
Dari Kuda ke Lokomotif Uap dan Listrik
Pada awalnya, minat masyarakat sempat menurun, hingga jalur ini ditutup di tahun 1820-an.
Namun, pada pertengahan abad ke-19 jalur dibuka kembali dengan perbaikan besar.
Pada 1877, lokomotif uap mulai beroperasi, sehingga mampu menarik hingga 15 gerbong dengan 1.300 penumpang.
Kemudian, pada 1898, jalur diperpanjang hingga Mumbles Pier, menjadikannya sebuah destinasi wisata baru.
Di 1929, kereta listrik merah ikonik diperkenalkan, dan dapat memangkas waktu tempuh Swansea–Oystermouth menjadi hanya 19 menit.
Pada masa jayanya di tahun 1940-an, jalur ini melayani hampir lima juta penumpang per tahun, menjadikannya salah satu simbol wisata pesisir Wales.
Senja Kala Jalur Legendaris
Sayangnya, kejayaan Oystermouth Railway mulai meredup ketika perusahaan bus South Wales Transport mengambil alih pada 1958.
Hanya dua tahun kemudian, jalur ini ditutup permanen pada Januari 1960.
Hari-hari terakhir jalur ini disambut keramaian masyarakat, tetapi segera setelahnya rel dibongkar dan gerbong dibakar.
Kini, sebagian besar masyarakat Swansea bahkan tidak menyadari bahwa daerah mereka pernah menjadi pionir perkeretaapian dunia.
Hanya sedikit peninggalan yang tersisa, seperti bangunan bekas stasiun Blackpill yang kini difungsikan sebagai kafe.
Warisan Sejarah Dunia
Meski tidak sepopuler Stockton and Darlington Railway yang dipromosikan sebagai jalur kereta uap pertama pada 1825, Oystermouth Railway tetap memegang peran penting sebagai kereta penumpang berbayar pertama di dunia.
Jalur sederhana ini menjadi pijakan awal bagi berkembangnya jaringan kereta api global yang kini menghubungkan hampir setiap sudut dunia.
Swansea dan Wales selayaknya berbangga, karena dari tanah mereka lahir sebuah inovasi yang membantu mengubah wajah transportasi manusia selamanya.
Editor : Lugas Rumpakaadi