Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Wisata Sake di Niigata: Dari Ponshukan hingga Kereta ShuKura

Lugas Rumpakaadi • Sabtu, 20 September 2025 | 00:55 WIB
Jelajahi Niigata, ibu kota sake Jepang.
Jelajahi Niigata, ibu kota sake Jepang.

RADARBANYUWANGI.ID - Di Jepang, ada satu wilayah yang dikenal sebagai ibu kota sake, Prefektur Niigata.

Terletak di pesisir Laut Jepang, Niigata memadukan salju tebal, air mineral alami, serta tradisi pertanian beras selama berabad-abad.

Hasilnya adalah sake premium yang tak hanya dinikmati di Jepang, tetapi juga mendunia.

Namun, perjalanan ke Niigata bukan sekadar mencicipi minuman beralkohol khas ini.

Dari museum sake di stasiun, kereta wisata bertema sake, hingga pengalaman membuat sake sendiri di desa pegunungan, setiap langkah menghadirkan cerita yang tak terlupakan.

Ponshukan: Museum Sake di Stasiun

Di dalam Stasiun Echigo Yuzawa, berdiri Ponshukan, sebuah museum sekaligus bar self-service dengan lebih dari 100 jenis sake lokal.

Pengunjung cukup membeli token dan cangkir keramik kecil, lalu memilih sendiri sake favorit dari mesin dispenser yang berjajar rapi.

Suasana ini membuat pengalaman mencicipi sake terasa seperti berada di arena permainan, hanya saja hadiahnya adalah minuman terbaik dari Niigata.

Profesor Ryoji Ito dari Universitas Niigata menyebut salah satu mesin di Ponshukan mewakili Yoshinagawa, pabrik sake tertua di wilayah tersebut yang berdiri sejak tahun 1548.

Setiap tegukan membawa jejak sejarah panjang yang tetap hidup hingga kini.

Niigata: Tradisi dan Inovasi

Niigata memiliki lebih dari 80 pabrik sake, jumlah terbanyak di Jepang.

Selain faktor alam, keberhasilan ini juga didukung semangat inovasi.

Kini, aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) membantu pecinta sake menemukan rasa yang sesuai preferensi.

Sementara itu, produk sampingan dari pembuatan sake, seperti ampas fermentasi, dimanfaatkan kembali untuk pakan budidaya hingga bahan ramah lingkungan pengganti plastik.

Kereta Sake Shu*Kura

Salah satu daya tarik utama Niigata adalah kereta wisata Shu*Kura.

Nama ini berasal dari kata shu (sake) dan kura (gudang penyimpanan).

Kereta retro ini membawa penumpang melintasi pemandangan sawah, gunung bersalju, dan garis pantai sambil menyajikan sake premium.

Interior kayu hangat, musik jazz, serta pelayanan ramah menciptakan suasana unik.

Bahkan, perjalanan dirancang berhenti di stasiun pantai tepat saat matahari terbenam, menjadikannya pengalaman yang sulit dilupakan.

Membuat Sake di Desa Pegunungan

Perjalanan ke Tokamachi mempertemukan wisatawan dengan Tomomi Duquette, pendiri Snow Satoyama Sake.

Menggunakan air salju pegunungan yang lembut, ia menghasilkan sake dengan rasa segar dan halus.

Tomomi juga dikenal sebagai perempuan pertama yang mendirikan merek sake di wilayah ini, sekaligus peraih gelar “Mrs Sake Japan 2024”.

Di bengkel kecilnya, wisatawan dapat belajar langsung proses pembuatan sake, mulai dari mengolah beras dengan jamur koji, fermentasi, hingga mencicipi hasil akhir.

Semua dilakukan dengan latar pegunungan bertumpuk sawah yang indah.

Baca Juga: ZEMU, Kereta Hidrogen Pertama di Amerika Utara, Kini Beroperasi Komersial

Menutup Perjalanan dengan Cita Rasa

Niigata bukan hanya tempat untuk minum sake, melainkan juga memahami filosofi di baliknya, keseimbangan antara tradisi dan inovasi.

Dari mencicipi sake di Ponshukan, menikmati perjalanan santai di kereta Shu*Kura, hingga meracik sake sendiri di desa pegunungan, setiap pengalaman memperkaya makna perjalanan.

Niigata membuktikan bahwa sake bukan sekadar minuman, tetapi warisan budaya yang hidup dan terus berkembang.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#jepang #ponshukan #sake #niigata #kereta #shukura